Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Ulah ibu suri


__ADS_3

Raja Permadi


Aku melakukan beberapa langkah hanya untuk bisa melihat mu dari kejauhan


Walau luka dan derita setiap hari harus ku tempuh demi cinta ku


Wahai ratu yang selamanya bertahta di hati ku


Hari ini kita bertemu, beradu pandang hanya untuk melepas rindu


Raja jin bersayap raksasa terkuat itu bahkan menundukkan diri di hadapan raja dan ratu jati jajar. Para pengikutnya terpaksa mengikuti gerakan raja mereka.


...----------------...


“Hormat kepada penguasa Jati jajar” ucap sang raja.


Beberapa kawanan hewan bersayap hinggap di pepohonan halaman istana. Para pasukan baru jati jajar tampak melengos melihat sayap besar yang bergerak menyerang mereka di kala itu. Beberapa pasukan lainnya mengepal tangan menahan amarah.

__ADS_1


“Kami masih mengingatnya, kematian dan pertumpahan darah telaga hitam!” gumam mantan panglima perang kerajaan telaga hitam.


Agar suasana kembali hangat sang ratu meminta seluruh jin untuk melanjutkan acara kembali. Dia juga mempersilahkan pasukan Yaksa untuk berbaur di dalam acara sedangkan sang raja duduk di dekat singgasana dekat raja Jati jajar.


“Ratu ku, kenapa tidak sekalian saja Raja bersayap ini duduk di kursi singgasana ku?” bisik sang raja.


“Raja, sesekali bersikap baik lah untuk putri Arska” balasnya.


Tidak pernah sekalipun musuh bebuyuran yang melegenda kini tampak akur dan bisa berdampingan. Sekalipun cankang ghaib telah mengubah reinkarnasi dan bibit benih cinta biru. Takdir langit masih memberikan kerenggangan dan jarak pemisah berbagai cara kepada mereka.


Kedatangan raja Permadi membawa puluhan kotak raksasa untuk di hadiahkan kepada raja Jati jajar. Dia juga memberikan sebuah dekrit perdamaian sepanjang sejarah yang telah di berikan cap kerajaan Yaksa. Gerakan lambat dan setengah-setengah sang raja Jati jajar itu di bantu oleh sang ratu, dengan senyuman lebar dan perlakuan baiknya. Sang ratu membuka hati untuk raja Yaksa.


“Raja jin ini, selalu saja menggoda ku!” gumam sang putri.


Ketika sang putri meneguk teh bunga teratai, Dia merasakan rasa panah di tenggorokannya, the yang sudah di beri racun oleh salah satu prajrit Yaksa yang menyelinap sebagai dayang itu di rencankan oleh ibu suri setelah mengetahui kepergian sang raja menuju jati jajar.


“Ayah, ibu, raja Permadi, jangan minum teh ini” ucap sang putri kemudian tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“Putri!”


“Ada penyusup! Cepat tutup semua gerbang istana!” perintah pengawal pendamping raja.


“Hei raja Yaksa, kedatangan mu hanya untuk membawa musibah. Latar belakang dua kerajaan ini tetap saling bermusuhan. Aku tau pasti salah satu jin mu yang berniat meracuni kami!” bentak sang raja meninggalkan mimbar halaman istana.


Tidak ada yang boleh meninggalkan tempat tersebut, seluruh prajurit jati jajar memeriksa semua para pasukan Yaksa. Putri Arksa di bawa ke ruangannya dengan kondisi yang kembali kritis.


“Kala uterus menerus seperti ini, kondisi putri semakin memburuk” gumam dayang pita hijau.


Sosok jin dari pasukan Yaksa yang masih mengenakan baju dayang itu di seret dan di lempar di atas pemenggalan batu raksasa.


“Maafkan aku yang mulia” ucapnya di hadapan raja Permadi.


“Wahai raja Yaksa, apakah engkau mencoba melakukan penyerangan secara halus?” tanya panglima perang.


“Tidak! Aku tidak pernah mempunyai niat sedikitpun untuk menyakiti Jati jajar. Cepat katakana, siapa yang menyuruh mu?” tanya sang raja lalu menekan leher prajuritnya sampai mengeluarkan darah.

__ADS_1


“Ampun yang mulia, tolong jangan bunuh hamba. Ibu suri lah yang memerintahkannya.”


__ADS_2