
Diam-diam kau masih saja mengganggu pikiran ku, membuat ku khawatir akan takut kehilangan mu.
Wahai putri Jati jajar, sampai kapan kegelisahan ini akan berhenti.
Bara yang menyala di hati mu tidak kunjung padam, salju yang di jantung mu masih ku rasa membekukan sekujur pembuluh nadi.
Kesalahan ku di masa lalu masih membingkai tepati di dalam seluk beluk tatapan tajam yang engkau tuju.
Tapi, cinta ini masih tetap sama dan tidak akan pernah pudar.
#Raja Yaksa
__ADS_1
...----------------...
Sekali lagi mereka merasakan arti sebuah kata di pisah. Kerajaan Jati Jajar melemparkan rudal sinyal peperangan di udara. Para pasukan hewan bersayap semula akan menghabisi setengah tentara itu. Tapi panggilan kepakan sayap dari jin raksasa membuat kerumunan binatang bersayap mundur menuju sang raja. Di atas lembah sungai jin, raja menyampaikan pesan rahasia kepada para kawanan hewan bersayap.
“Aku raja jin bersayap, memerintahkan pada seluruh hewan bersayap di bumi jin untuk selalu melindungi putri jati Jajar dan para rakyatnya!!” seru raja Permadi.
Seluruh hewan bersayap bersayap kuat bahkan siluman hewan bersayap sekalipun mematuhi perintahnya. Kekuatan raja Permadi tidak tertandingi, dia mendapat anugrah dari langit bersama sayap raksasa yang dia miliki sedangkan putri Arska mendapat keajaiban kekuatan sinar hijau yang membentuk mata dimensi lain yang memiliki kekuatan pelindung lembah sungai jin dan Jati Jajar.
“Apa yang sebenarnya di rencanakan oleh raja bersayap itu? Dia tidak menyerang prajurit dan raja jati jajar sama sekali” gumam panglima penjaga.
Sesampainya di istana Jati jajar, raja menjelma menjadi seekor angsa putih lalu terbang di tepi jendela. Putri tampak sedang tertidur terduduk di sebuah kursi ayunan dekat dayang pendamping. Dayang itu terkejut melihat kehadiran angsa masuk ke dalam kamar putri mahkota. Dia buru-buru mencari kemoceng bergerak cepat memukul tubuh angsa. Suara keributan membuat putri Arska terbangun, wajah yang semula murung kini berseri tersenyum melihat tingkah lucu penguasa Yaksa yang kini melabuhkan diri menjelma menjadi hewan lain demi menemui dirinya.
__ADS_1
“Raja, lihatlah. Kau selalu saja mencari tantangan baru” gumam sang putri.
Dia menutup mulut sang dayang, melotot dan berbisik.
“Ssthh, jangan berisik” ucapnya pelan.
Sang dayang mengangguk berhenti mengejar angsa yang kini berada di dekat kakinya.
Siapa sangka, dayang pendamping sang putri yang baru itu di posisikan atas perintah raja Jati Jajar untuk mengawasi semua gerak-geriknya kemudian melaporkan kepada kepala dayang istana.
Meskipun dayang pendamping menuruti semua perkataan sang putri, dia tetap mencurigai angsa yang begitu dekat hingga dia di minta oleh putri untuk keluar dari kamar. Sang dayang menempelkan telinga ke pintu mendengar suara senyap perbincangan suara lain. Dia menutup mulutnya sendiri, menyadari angsa putih tersebut merupakan jelmaan dari sosok lain.
__ADS_1
“Aku harus segera melaporkan ke kepala dayang” ucapnya berlari menuju ruangan kebesaran.