Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Deru seteru


__ADS_3

Mencari obat yang paling mujarab, serep yang bisa menyembuhkan segala penyakit.


Setelah pertemuan dengan lelaki yang sama di alam mimpi dan nyata. Maharani menjadi mempunyai tanda tanya besar yang timbul di dalam benak nya. Setelah melihat wajah lelaki yang tampak tidak asing itu langkah kaki Maharani mundur. Saat dia akan tersandung, tubuhnya dia topang oleh pria tersebut dengan tatapan tajam. Dia yakin sekali masih berada di alam mimpi, tapi sentuhannya seperti nyata.


“Aku mencari mu..”


Kalimat terakhir pria tersebut membangunkannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 WIB. Dia membuka layar komputer dan mendapat pesan singkat dari kotak masuk emailnya.


Unknwon: Saya melihat banyak lukisan indah di dinding aplikasi yang kamu miliki, bisakah kita berkenalan dan menjadi teman?


Me : Terimakasih, boleh saja.


Unknown: Kenalkan nama saya Astro. Boleh saya tau siapa nama kamu?


Me : Saya Maharani. Sudah ya saya sibuk sekarang.

__ADS_1


Unknown: Terimakasih sudah merespon.


Maharani belum menutup layar aplikasinya meskipun sudah mengakhiri percakapan. Dia masih focus dengan foto profil lelaki yang baru saja menyapanya barusan. Wajah yang hampir sama dia lihat dari alam mimpi. Pikirannya bercabang saat mimpi yang bersambung itu seperti berkaitan dengan nama Astro.


...----------------...


Flash back on, putri Arska di dalam tubuh Maharani di dunia nyata.


Sang putri yang sudah tinggal di alam manusia itu kebingungan melihat sebuah benda petak yang berdiri tegak di atas meja. Di sebuah ruangan yang mirip kamar permadani di kerajaan Jati Jajar, dia meluruskan kaki di atas tempat tidur sambil terus-menerus memperhatikan benda asing itu.


“Putri, putri bangunlah..” panggilan suara cenayang Han menggema di ruangan.


Tok, tok, tok.


“Permisi non, ibu meminta anda untuk segera minum obat” ucap seorang wanita yang berdiri di balik pintu.

__ADS_1


“Siapa disana?” sahut putri memegang gagang pintu lalu membukanya.


“Saya pekerja rumah non.”


“Tunggu, bisakah kamu memberitahuku benda apa yang ada disitu?” tunjuk putri menatap layar petak yang masih membuat dia penasaran.


“Saya mendengar kabar non yang mengalami hilang ingatan dan saya turut prihatin” kata sang pekerja menuju layar petak tersebut.


Putri memperhatikan sang pekerja memegang benda mirip tali yang menyambung di layar petak itu lalu memasukkannya di dua bolongan kecil. Hampir saja tadi dia memasukkan jarinya ke dua lubang tersebut jika sang pekerja tidak segera datang. Seketika layar petak asing memancarkan cahaya, mengeluarkan gambar aneh dan masih dirinya semakin kebingungan melihat sang pekerja menggerakkan benda kecil di tangannya.


“Apakah engkau mempunyai kekuatan? Kenapa benda aneh itu bisa menyala setelah kamu sentuh?” tanya sang putri .


“Tidak non, ini adalah salah satu alat modern di masa kini, kemarilah saya akan membantu non mengingat kembali cara menggunakannya.”


Sudah tiga jam dia beradu dengan benda asing di hadapannya bersama sang pekerja. Pekerjaan rumah yang menumpuk di tinggalkan, putri tidak mengijinkan si pekerja untuk meninggalkannya dan berhenti memberitahu dia cara menggunakan semua isi di dalam benda tersebut.

__ADS_1


“Maaf non, sudah tiga jam berlalu dan saya belum meyiapkan makan malam” ucap si pekerja meraih kemoceng yang tadi dia pegang.


Saat beberapa sudah meninggalkan kamar, dia teringat pesan agar Maharani segera minum obat.


__ADS_2