
Batu hijau yang curi oleh pangeran Tranggala di ruang rahasia kerajaan Jati Jajar menyala di balik jubah pangeran Tranggala. Dia telah membunuh hewan penjaga dan dua penjaga dan membuat kerusakan pada tempat tersebut.
Raja Jati Jajar marah dengan perbuatan pangeran Tranggala, sekalipun dia di selamatkan oleh Raja Telaga Hitam hal itu tidak akan membuat dia bisa lolos dari kerajaan Jati Jajar. Para jin Algojo, pengawal istana dan panglima perang berhasil menangkap sang pangeran. Raja Telaga Hitam ingin menyalakan sinyal perang dan meminta bantuan tapi dia memikirkan pangeran Tranggala yang akan di penggal di hadapannya jika melakukan perlawanan.
Pangeran Tranggala di tempatkan di tengah halaman istana, di sampingnya ada tujuh penjaga yang siap menebas kepalanya. Raja Jati Jajar memerintahkan pangeran untuk mengembalikan benda pusaka kerajaan yang dia curi tapi sang pangeran memilih untuk menelan benda tersebut.
“Kembalikan batu hijau milik kerajaan maka aku akan mengampuni nyawa mu!” ucap sang Raja berusaha menahan amarahnya.
Pangeran Tranggala mengeluarkan benda itu dari balik jubah lalu menelannya. Seketika dia terbang ke atas langit berubah menjadi sosok yang mengerikan. Matanya menyala, kukunya panjang dan siapapun yang menyerang dari bawah langsung terbanting dan mati seketika.
“Serang…!” perintah panglima perang.
__ADS_1
Kepala-kepala pasukan Jati Jajar terlepas dari tubuhnya. Bagai hujan darah menghujani atap-atap istana, seluruh prajurit kerajaan Jati Jajar tidak gentar tetap menyerang pangeran Tranggala. Melihat situasi yang krisis, Raja Telaga Hitam menyalakan sinyal peperangan di sambut dengan sinyal balasan dari pasukan Telaga Hitam menyerang Jati Jajar.
Di kerajaan Yaksa
Kasim Jou secara rahasia membisikkan peperangan yang terjadi di kerajaan Jati Jajar. Musuh dari Telaga Hitam yang semula sosok kerajaan bersahabat berubah menjadi musuh berusaha merampas kerajaan tersebut.
“Jadi bagaimana dengan putri Arska?” tanya Raja Permadi bersiap mengambil jubahnya.
“Aku akan kesana dengan cara ku tanpa mereka mengenal siapa aku. Jangan katakana kepada siapapun!” ucap Raja Permadi terbang mengudara.
Di kerajaan jati jajar, putri Arska mengarahkan pedang melawan Raja Tranggala. Kekuatan besar yang berada di dalam tubuh sang pangeran adalah pemilik sah dari Jati Jajar. Putri Arska yang mempunyai kekuatan ghaib terlepas dari serangan kekuatan semburan petir. Pangeran Tranggala telah membakar setengah kerajaan. Ketika putri Arska bergerak ke arah jantungnya, pedangnya di tepis oleh pangeran Tranggala dan di gerakkan berbalik menyerang putri Arska.
__ADS_1
Raja Jati Jajar masih berperang melawan Raja Telaga Hitam sambil melindungi sang ratu. Pikiran dan hatinya tidak tenang melihat putri Arska sedang dalam kesulitan.
Rambut panjang putri Arska hampir terbakar terkena semburan api dari pangeran Tranggala. Dia begitu murka karena sang putri yang tidak menerima tawarannya sebagai pendamping calon penerus kerajaan Telaga Hitam.
“Matilah kau!” ucap pangeran Tranggala.
Raja Permadi terbang mengepakkan sayap menyerupai wujud Gangga mencengkram tubuh putri Arska lalu membawanya mengudara. Pangeran Tranggala mengejar mereka dengan semburan larva yang panas.
“Raja lepaskan aku! Aku tau ini adalah engkau!”
Putri yang keras kepala itu tetap ingin meminta Raja Permadi menurunkannya. Dengan menggores kaki sang Raja dia terlepas di tangkap oleh Gangga.
__ADS_1