Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Di goyahkan


__ADS_3

Putri Arska mengerahkan beberapa pasukan untuk membantu mengawasi hakim Yaksa. Hampir saja nyawa pengawal Jati jajar itu lenyap jika pertolongan tidak segera datang. Para pasukan ninja berjuang hingga titik darah penghabisan. Sementara perjuangan pengawal dan penjaga putri berhasil menyelamatkan sang hakim.


Ibu suri yang mengetahui kehadiran pasukan Jati jajar, dia begitu marah sampai keluar menuju ruangan kebesarannya ke Aula istana untuk menemui raja Permadi.


“Nenek, bagaimana kesehatan mu?” tanya sang raja berjalan mendekatinya.


Raja sudah mengembalikan hak dan tahtanya karena kasih sayangnya yang begitu besar. Dia telah memaafkan semua kesalahan sang nenek dan selalu memperhatikan segala yang di butuhkan. Tapi, sepertinya hati dan pikiran sang raja kembali di uji.


“Raja, berikan aku tongkat perintah mu untuk mengusir penyusup yang memasuki wilayah hakim” ucap ibu suri sambil melotot.


“Nenek, penyusup apa yang engkau maksud? Penjagaan wilayah Yaksa telah di perketat dengan para algojo dan kawanan hewan bersayap. Sedikitpun yang melangkah memasuki secara sembunyi akan di serang dari atas langit” kata sang raja.

__ADS_1


“Benar, tapi sepertinya kali ini engkau salah besar. Pasukan Jati jajar telah mencuri Hakim Yaksa dan membawanya menghilang dari ruangannya.”


“Nenek, aku sendiri yang akan memeriksanya” ucap sang raja.


“Tidak perlu, cukup engkau berikan aku tongkat kekuasaan satu malam ini” kata ibu suri bertolak pinggang.


Dengan sabar sang raja meminjamkan tongkat tersebut. Setelah indisen prajurit yang dia utus untuk meracuni sang putri sepertinya ibu suri merasa tidak bersalah atas sikapnya. Dengan rasa bahagia menerima tongkat kekuasaan tersebut, dia memerintahkan seluruh para pejabat untuk menuju Aula istana.


...----------------...


Sang hakim memberi hormat dan berlutut kepadanya, begitu pula para pasukan Jati jajar. Hakim yang jujur dan setia itu langsung memberikan surat untuknya. Di situ pula sang raja langsung membacanya dengan penerangan obor yang berada di tangan sang pengawal.

__ADS_1


“Ratu ku sedang tidak terkendali,apa yang harus aku perbuat setelah menerima surat ini? Aku tidak ingin permusuhan dua kerajaan ini kembali terjadi” gumam sang raja.


“Raja, sekalipun ini sangat berat bagi ibu suri tapi engkau harus membersihkan perselisihan atas prajurit yang mati di tangan yang mulia.”


Raja Permadi mendengarkan ucapan sang hakim. Dia menyerahkan surat itu lalu kembali menuju istana. Di dalam Aula, sudah di penuhi oleh para pejabat dan punggawa yang sedang mendengarkan perintah ibu suri. Dia duduk di singgasana sambil memegang tongkat kekuasaan Yaksa, semua bertekuk lutut dan mendengarkannya.


“Mulai hari ini, kita harus mempersiapkan peperangan dan membalaskan dendam ke istana Jati jajar. Kita juga harus memberikan pelajaran kepada putri Mahkota. Tunggu apalagi, kalian harus memberikan petisan permintaan penyerangan ke wilayah musuh!” ucap ibu Suri dengan mengangkat tongkat Yaksa.


“Baik ibu suri” ucap semua pejabat jin.


Raja mendengar semua keinginan nenek yang tidak pernah mendukungnya itu. Dia berjalan memasuki Aula dengan menyeret sayap besar untuk memberikan hormat kepada ibu suri lalu berdiri di depan mimbar. Di bagian sisi kanan sang raja telah di ikuti sang hakim dengan membuka gulungan surat yang membuat mata ibu suri melotot dan mengepalkan tangan.

__ADS_1


“Tampaknya para ninja tidak berguna itu gagal menjalankan tugas” gumamnya.


Sang hakim membacakan isi dekrit hingga selesai. Semua para pembesar yang semula berniat untuk melaksanakan tugas yang emban dari ibu suri, kini beralih bertekuk lutut di hadapan raja Permadi.


__ADS_2