
Langit jin kembali normal, pagi hari di sambut kicauan burung dan embun yang menetes di ubun-ubun. Para cenayang tidak tidur semalaman hingga kini mereka masih tetap terjaga mengucapkan mantra demi kesadaran sang putri. Usaha mereka terjawab melihat putri Arska bangkit dari tidurnya dan kini berjalan di tengah lingkaran benang suci.
“Apa yang sedang terjadi? Dimana aku?” ucapnya melihat sekeliling.
Tubuhnya basah di mandikan air dari muara mata air keabadian, kepala cenayang terpaksa melepaskan sihir hitam iblis Taraya yang hampir menguasai dan menjadikan dirinya tumbal. Tepatnya di langit jin sedang terjadi gerhana bulan darah, hal ini mengakibatkan kekuatan penuh suku Taraya haus akan darah pada kedua jin yang mereka incar.
“Putri, di masa depan engkau akan mengalami kesendirian. Setelah bermandikan air keabadian maka engkau akan melakukan reinkarnasi kembali” ucap sang kepala cenayang.
“Aku tidak mengerti apa maksud mu wahai kepala pura yang suci. Tolong beritahu aku semua hal yang tidak aku ketahui” desaknya mendekati.
__ADS_1
Kepala cenayang menutup mata, dia berkonsentrasi melihat garis besar kekuatan yang terselubung di dalam mata ghaib sang putri.
“Putri, pejamkan kedua mata mu. Aku akan membawa mu ke waktu yang pernah berputar sebelumnya melalui kekuatan yang engkau miliki” kata kepala cenayang berinteraksi menyalurkan ilmu hijau ke dahinya.
Putri masuk ke dimensi lain, waktu yang pernah berdetak di alam jin di selingi warna cahaya aneh berterbangan bagai sulur panjang yang menjalar. Dia bertemu dengan seorang putri yang memakai mahkota besar, wajah penuh ketegasan sangat cantik bagai penampilan ratu di jaman kerajaan dahulu.
“Putri, kau harus bisa melawan mereka” ucapnya.
Hal yang paling membuat dia terkejut adalah melihat dirinya menyakiti raja permadi di alam jin dan menusuk perut pria yang mirip dengan sang raja pula di dunia yang asing di pandangannya.
__ADS_1
“Apakah aku jin yang jahat? Kenapa aku menyakiti raja Permadi?” tanya sang putri mengacak-acak rambutnya.
“Tolong tenangkan dirimu, aku memperlihatkan kejadian yang masih berlangsung setelah engkau sadar dari sihir hitam Taraya. Raja Permadi juga kini masih terluka dan di rawat di aula pura. Begitupula sosok Astro, dia menahan engkau terjun dari atas lantai yang tinggi tanpa sengaja terkan pisa untuk membunuh diri mu sendiri. Sosok Maharani berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya setelah tau akan di pisahkan oleh Astro” ucap jin itu menjelaskan secara detail.
“Tapi, di dunia jin ini aku tidak pernah mencintai raja Permadi seperti dia mencintai ku begitu besar. Akan kekuatan yang terasa sangat dingin di lubuk hati ku. Rasanya seperti sebongkah es yang membeku begitu dingin dan menyakitkan. Wahai ratu di masa lalu, mengapa aku memiliki kebiasaan aneh melihat penampakan serta kejadian jin di alam ghaib?” begitu banyak pertanyaan dari isi pikiran sang putri yang dia lontarkan.
“Tidak ada yang bisa mendahului takdir meskipun kini kita memiliki kesempatan mendapatkan berita rahasia. Tugas mu adalah mengatur ilmu yang ada di dalam diri mu untuk melawan sihir iblis suku Taraya” ucap wanita misterius perlahan menghilang bagai serpihan cahaya berwarna hijau.
Putri membuka mata, dia membalas tatapan mata kepala cenayang. Setelah beberapa masehi ini hanya Karang dan kepala cenayang pura yang bisa berkomunikasi dengan penghuni kolam keabadian. Setelah hari ini sang putri mendapat gelar penjagaan dari pura muara hijau setelah bertemu dengan penghuni muara air keabadian.
__ADS_1
“Selamat kepada penguasa penerus meditasi puara muara hijau. Kami akan setia membantu putri kapan saja” ucap sang kepala cenayang. Semua cenayang yang menyaksikan menunduk dan memberikan tanda penghormatan.