
Tanpa di sadari, aku bisa bisa mengalahkan waktu
Mengarungi ruangan sempit walau sekujur tubuh terluka
Hanya untuk mencari mu, ku meminta sekali lagi hati mu
#Wahai Putri Arska
...💙💙💙...
Suara deras air hujan kini terdengar di kota B. Kilatan petir menyambar bersama angin kencang menerbangkan dedaunan dan ranting pepohonan. Maharani bersiap pergi ke kampus, dia memakai jaket bulu berwarna merah muda dan tas ransel di pundak. Hari ini seperti biasanya dia berjalan melewati tepi sungai. Terlintas sosok lelaki bersayap yang kini mewarnai hidupnya. Dia mempercepat langkah menuju halte, tapi hari ini di sela cuaca yang dingin Maharani merasakan bulu kuduknya merinding seperti ada yang mengintai.
Dia menghentikan langkahnya, dari arah semak rerumputan seperti ada sorot mata merah menyala melihatnya. Sekeliling begitu sepi, Maharani mempercepat langkah namun terjatuh di tarik oleh sesuatu dari arah belakang.
Dia menoleh, sekejap sosok wanita menghilang dari pandangannya.
Tin..Tin..
__ADS_1
Suara bunyi klakson mobil berhenti di tepi jalan. Raja Permadi turun dari sebuah mobil berwarna hitam menuju Maharani.
"Paman bersayap" gumamnya.
"Ayo aku antar ke sekolah" tanpa persetujuan dari Maharani dia menarik tangannya masuk ke dalam mobil.
"Paman, biar aku tegaskan sekali lagi dengan mu. Kita baru saja kenal, aku tidak tau engkau orang baik atau jahat!" ucap Maharani.
Raja memberikan dua pisau lipat di tangan Maharani. "Gunakan ini jika aku berniat buruk pada mu."
Perjalan menuju kampus berjarak terasa cepat. Maharani dengan cepat membuka pintu dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
Raja tidak memperdulikan perkataannya. Selama berjam-jam dia menunggu Maharani sampai selesai kuliah. Saat Maharani melihat mobil hitam yang tadi membawanya parkir di depan gerbang, dia berjalan dari arah belakang gedung berlari menghindari.
Gerakannya dikagetkan oleh seorang wanita yang tersenyum aneh melihatnya.
"Cu, apakah kamu bisa bantu nenek membawakan tas belanjaan ini?" ucapnya.
__ADS_1
Wajahnya keriput, kulit tubuh berwarna sawo matang dan tubuhnya bergetar berjalan selangkah demi selangkah.
Maharani tidak sampai hati melihat wanita itu. Dia memutuskan untuk membantunya dan mengantarkan sampai ke rumahnya. Mereka berjalan menuju perbukitan belakang. Ada yang aneh dari saat memandang di sekeliling tidak ada tanda-tanda kehidupan atau rumah para warga.
"Nenek, apakah kita tidak tersesat?" tanyanya pelan.
Maharani tidak sadar bahwa isi kantong dan tas belanjaan yang dia bawakan hanya berisi bebatuan. Saat berada di dalam hutan, langkah wanita tua itu berhenti membalikkan tubuhnya yang berusaha menjadi wujud menyeramkan.
"Arghh..! arghh..!" teriak Maharani histeris.
Dia berlari mencari jalan keluar, namun di dalam hutan seperti langkahnya berputar menuju titik semula. "Tolong!"
"Teriak lah sekencang-kencangnya, tidak ada yang akan menyelamatkan mu!"
Sosok itu mengeluarkan cakar yang runcing, gigi taring panjang ke bawah dengan suara aungan panjang di tengah siang bolong. Air liur menetes, sosok di balik pemimpin Taraya itu bersiap memangsa setengah wanita jin yang sedang kehilangan ingatannya.
Maharani berlari lagi mencari jalan lain. Dia menangis berharap ada cahaya matahari dari gelapnya pepohonan dan suasana yang mencekam.
__ADS_1
......................
Jangan lupa jejak dukungan favorit ❤️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like sebanyak-banyaknya, komentar, setangkai bunga mawar 🌹 dan secangkir kopi hangat ☕ Terimakasih salam persahabatan all~