Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Pasukan putri Helena menyerang kerajaan Gurun Pasir


__ADS_3

Kehancuran raja Gurun semakin nyata.


Sebelum panglima dan pendamping raja terbunuh, mereka masing-masing menyalakan simbol. Dua sinyal darurat terlihat panglima perang di benteng istana.


“Sinyal darurat dua, siapkan senjata. Kita akan berperang!” ucap sang panglima menaiki kuda membawa beberapa pasukan menuju ke arah sinyal darurat yang di nyalakan di udara.


Ratu Harun di naikkan ke atas kuda jin hitam raksasa milik raja Gurun. Raja tidak ikut naik langsung memukul kudanya untuk pergi menjauh dari wilayah menara. Sebelumnya dia memberikan pesan dan menitipkan sesuatu kepada sang Ratu.


“Jika hari ini adalah hari perpisahan kita yang terakhir. Aku ingin minta maaf telah membagi engkau dengan banyak selir yang berada di dekatku. Ratu, benda ini adalah kunci menuju ruangan bawah tanah tempat harta karun kerajaan gurun pasir. Buka pintu ruangan dan nyalakan pengunci berwarna mrah. Maka ruangan itu akan hancur menenggelamkan seluruh harta karun kerajaan kita. Putri Helena tidak boleh memilikinya” ucap raja.


“Tidak ! Raja!” teriak ratu yang di bawa oleh kuda hitam raksasa.


Raja menebas leher pasukan dengan pedangnya. Hanya sekali tebasan sosok jin itu tidak mengeluarkan darah. Lehernya terpotong tapi kaki dan tangannya terus bergerak menyerang.

__ADS_1


“Apa yang sudah di lakukan putri ku!” gumam raja berlari.


Seratus prajurit putri yang sudah berubah menjadi zombie mengepung raja di perbatasan wilayah. Raja gurun berusaha menghindar dengan seluruh tenaga, namun tangannya terkena gigitan daris alah satu prajurit.


“Argh…”


Raja menendang kepala jin yang sudah menghisap setengah raja.


Samar pandangan raja menarasakan han aneh pada tubuhnya. Dia berusaha bangkit menjauh hingga pengawal dan panglima perang yang datang dari istana membawanya menuju ke kerajaan. Sementara Ratu Harun sudah sampai di dalam istana, para pasukan di luar sudah bersiap untuk menyerang menunggu perintah darinya.


Para pasukan ratu Helena dari kejauhan menuju istana, hentakan kaki keras membawa angin yang kencang.


“Cepat perintahkan seluruh pasukan menyerang tanpa henti!” perintah sang Ratu.

__ADS_1


Dayang utama berlari memberitahu pengawal. Bunyi sofhar dan gendang menandakan sinyal peperangan di mulai. Ribuan pasukan Gurun bertempur dengan ratusan pengikut putri Helena.


“Serang!”


Sosok putri mahkota seharusnya menjadi pewaris wilayah gurun. Kini hatinya menghitam tertutup kebencian, rasa dendam dan ingn membunuh. Semua akibat kesalahannya menemui suku Taraya. Putri Helena tersenyum di dalam benteng.


“Sudah waktunya aku menguasai dunia!” ucap putri berubah menjadi asap hitam terbang menuju kerajaan Gurun.


Pertempuran di luar benteng istana, wajah raja pucat menguning masih berusaha mempertahankan wilayah ikut berperang. Sementara di dalam istana, ratu Harun mencari ruangan harta yang raja maksud di dalam ruangan kebesarannya. Lorong-long panjang, satu kunci membuka seribu ruangan. Ratu Harun yang pintar itu memecahkan teka-teki melihat tiga jalan utama yang salah satunya berpola simbol kerajaan Gurun pasir.


Dia berlari, menuju sebuah ruangan, di bawahnya ada pintu menuju bawah tanah. Ketika sang rayu membukanya. Terlihat dua buah tombol untuk membuka ruangan besi yang ada di depannya.


“Aku ingat sekali, raja meminta menekan tombol berwana merah!” gumamnya menekan tombol lalu berlari menjauh.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tinggalkan jejak favorit ❤️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like sebanyak-banyaknya, komentar, setangkai bunga mawar 🌹 dan secangkir kopi hangat ☕ Terimakasih salam persahabatan selalu~


__ADS_2