Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Darah putri Arska yang di korbankan


__ADS_3

Ketika putri Arska beserta pengikutnya memasuki wilayah perbatasan telaga hitam, mereka di kejutkan oleh penampakan asap hitam yang berterbangan di sekitar mereka. Asap yang tidak lain berisi arwah hantu dan iblis jin hitam yang masih bergentayangan tanpa henti keluar dari dalam telaga. Putri menarik pedangnya lalu menggores pergelangan tangan kanan agar darahnya yang keluar di lumuri ke pedang miliknya.


“Putri, apa yang engkau lakukan? Semua luka dan jahitan mu tidak boleh melakukan banyak gerakan” ucap sang pengawal pendamping.


“Yang kita hadapi sekarang adalah iblis hitam. Bentuk formasi lingkaran!” perintah sang putri.


Serangan dari iblis membuat setengah dari prajurit mati dengan dengan cara yang mengenaskan. Sebagian dari mereka pula ada yang kerasukan sampai menyakiti diri sendiri. Saat pengawal pendamping menyerangnya, arwah iblis itu merasuki tubuh sang pengawal hingga dia hampir mematahkan kakinya sendiri.


“Pengawal! Lawan iblis yang merasuki mu!” ucap sang putri.

__ADS_1


Putri terpaksa memukul punggung sang pengawal dengan ujung pedangnya yang tumpul sebanyak tiga kali sampai iblis yang merasukinya keluar. Hampir saja pengawal itu kehilangan kedua kakinya jika putri tidak segera mengeluarkan iblis tersebut.


Putri Arska melanjutkan penyerangan dan menebas leher arwah iblis hitam hingga asap hitam itu menghilang. Sisa dari para prajurit jati jajar yang masih kesakitan dan sekarat di perintahkan oleh sang putri untuk kembali ke istana.


“Putri, kami tetap melayani dan menjaga engkau sampai mati” ucap salah satu pemimpin prajurit.


“Dengarkan perintah ku, engkau harus membawa sisa prajurit ini agar selamat. Aku dan pengawal pendamping yang akan melanjutkan perjalanan” ucap sang putri.


Dengan berat hati mereka memutar arah meninggalkan sang putri dan pengawal. Laju kuda jin mereka sangat kencang sampai tidak terlihat lagi. Setelah melewati gerbang kerajaan, terlihat suasana istana yang sangat gersang dan tidak terurus setelah di tinggalkan selama berhari-raja.

__ADS_1


“Putri, apakah kita langsung memasuki pusat istana?” tanya sang pengawal.


“Langkah awal yang harus kita lakukan adalah menuju telaga yang keramat dengan hal terkenal dengan ke mistikkan nya itu.”


Mereka turun dari kuda dan melangkah mendekati telaga hitam. Menurut legenda yang telah mereka baca , di dalam telaga itu terdapat arwah jin dan iblis hitam. Ada rahasia harta karun yang terdapat di dalamnya yang tersimpan dengan nilai yang tidak terhingga. Sampai kini, belum ada yang bisa mengambil harta karun tersebut. Putri Arska menggunakan kekuatan yang terdapat di dalam pedang berlumur darahnya untuk menyegel telaga hitam.Para iblis yang semula iblis dan hantu yang gentayangan di dalamnya itu merasa senang karena menikmati darah yang berada di dalam pedangnya. Tapi setelah menerima aliran kekuatan yang bereaksi di dala darah itu, mereka masuk ke dalam dasar telaga hitam dan tidak bisa keluar walau berusaha mendobrak segel penutup dari sang putri.


“Putri, engkau tidak boleh membiarkan darah mu tertinggal sebagai segel di telaga ini, di dalamnya ada iblis yang bisa mengenali darah engkau dimana pun engkau berada” ucap sang pengawal.


“Tidak ada jalan lain, kita harus menutup telaga ini agar tidak memakan korban” kata putri Arska lalu merobek ujung jubahnya untuk mengikat bekas luka.

__ADS_1


Mereka melanjutkan langkah memasuki letak pusat istana, Putri mencari letak ruang rahasia raja telaga hitam. Jari jemarinya menyusuri setiap ukiran kepala tengkorak yang mengeluarkan semburan api kecil di dalamnya.


__ADS_2