
Ratu Harun menunggu kabar surat balasan dari Ratu Jati Jajar, dia menunggu di alun-alun kerajaan di temani dayang pendamping. Dia mengetahui ada sosok jin lain yang mengintai dan memata-matai segala gerakannya. Ratu Harun mengalihkan pandangan meminta sang dayang pendamping berpakaian seperti dirinya.
“Dengarlah perintah ku, engkau jangan membuka penutup wajah ini sampai aku kembali” ucap sang Ratu meninggalkan istana.
Dia mempunyai firasat bahwa Ratu sesa dan memanah hewan kiriman untuk mengantarkan surat kepada Ratu Jati Jajar. Sang Ratu Harun memutuskan untuk menuju istana Jati Jajar dengan berpakaian sosok jin laki-laki untuk mengelabui pasukan Yaksa. Perjalanannya sendiri menunggangi kuda jin sampai di kerajaan Jati Jajar tepat tengah hari. Akan tetapi ketika dia sampai di depan benteng istana, para penjaga tidka mengijinkan dia untuk masuk.
“Siapa kau sampai ingin bertemu Ratu Jati Jajar?” tanya salah satu prajurit mengarahkan pedang.
“Aku adalah utusan rahasia dari sang Ratu” jawabnya dengan nada keras.
“Jika engkau berbohong maka aku akan langsung memenggal mu.”
...🔥🔥🔥🔥🔥...
__ADS_1
Di dalam kamar kebesaran sosok dayang jin menyampaikan kedatangan sosok jin yang ingin menemui sang Ratu.
“Hormat untuk sang Ratu, ada sosok jin yang katanya utusan rahasia yang mulia Ratu” ucap sosok dayang menunduk.
“Utusan rahasia? Aku tidak pernah mengutus sosok jin manapun untuk melakukan misi rahasia. Tapi biar aku lihat apa maksud kedatanganya” gumam sang Ratu.
“Ijinkan dia masuk dan bawa ke Aula pertemuan untuk menemui ku” kata sang Ratu pergi menuju Aula di ikuti para dayang-dayang.
Setelah menunggu selama berjam-jam, Ratu Harun yang menyamar itu di ijinkan masuk menuju ke alun-alun pertemuan kerajaan. Suguhan teh bunga teratai putih hangat seolah sehangat hati sang Ratu yang tidak pernah memperlakukannya dengan baik.
“Wahai Ratu yang agung, ijinkan lah aku berbicara empat mata kepda mu” ucap Ratu Harun.
“Engkau tampak begitu familiar tapi bagaimana bisa aku mempercayai mu?” tanya sang Ratu Jati Jajar.
__ADS_1
“Aku adalah teman lama mu puluhan tahun lalu, sosok jin yang pernah engkau tolong di kolam teratai sebelumnya”
Setelah mengetahui jawaban atas pertanyaannya, sang Ratu memerintahkan para dayang untuk berjaga jarak dari posisi mereka duduk.
“Lebih jauh lagi, beri aku ruang untuk berbicara dengannya” kata sang Ratu mengibaskan tangan ke arah para dayang.
Sang Ratu tersenyum menatapnya, ingin rasanya dia memeluk tapi dengan penampilan mirip sosok jin laki-laki membuat sang Ratu mengurungkan niat agar tidak menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman di mata para dayang.
“Engkau kah itu? Sosok jin wanita yang di kejar oleh para gerombolan pasukan jin? Tapi kenapa engkau berpakaian seperti jin laki-laki?” tanya sang Ratu.
“Ceritanya panjang, sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan putri Arska.”
Sang Ratu Jati Jajar tidak mengetahui jati diri sosok jin yang di depannya. Sosok Ratu Harun yang kini menjadi sahabat dan jin terpercaya bagi Ratu Jati Jajar. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya adalah sosok dayang utama yang bekerja di kerajaan Gurun Pasir. Tanpa memandang status sang Ratu Jati Jajar begitu dekat dan memperlakukan sosok yang di hadapannya begitu sopan. Dia menceritakan ke Ratu Jati Jajar bahwa Putri Helena sudah bersekutu dengan suku Taraya untuk melenyapkan putri.
__ADS_1