Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Raja Permadi mencari putri Arska


__ADS_3

Raja Permadi tidak menyadari bahwa putri Arska sedang berada di penjara bawah tanah kerajaan Yaksa. Dia mengerahkan beberapa pasukan jin kepercayaan untuk mencari sang putri. Pasukan utusan raja yang lain masih berada di kerajaan Jati jajar, bersembunyi di antara celah bebatuan besar dan pepohonan daun raksasa untuk mencari kabar kembali sang putri.


Di Aula istana Yaksa, ibu suri bersama para pejabat sudah menunggu kedatangan sang raja. Dua dayang sibuk mengipasi dan memijat kakinya. “Lama sekali, pengawal cepat engkau sampaikan kepada kasim Jou agar segera mengantarkan sang raja!” perintahnya mengusap keringat.


Belum sempat sang pengawal keluar Aula, tampak Langkah kecil sang kasim menundukkan kepala berlutut di tengah ruangan.


“Wahai ibu suri yang bermurah hati, sang Raja membatalkan pertemuan hari ini karena sedang sibuk” ucapnya ketakutan tidak berani melihatnya.


“Apa?” ibu suri turun dari singgasana menampar lalu memukul sang kasim.


“Kenapa kamu tidak menghalanginya!” ucapnya lagi lalu meninggalkan Aula.

__ADS_1


Seluruh pejabat saling bertatapan, mereka masih berbaris rapi menunggu keputusan dari penasehat istana.


“Sesuai keputusan sang Raja, pertemuan hari ini di tunda sampai ada pemberitahuan kembali! Mohon para aparat meninggalkan tempat” ucap penasehat istana.


Di udara sampai matahari terbit, sang raja seperti sosok jin yang ling lung terbang kesana kemari. Dia berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya.


“Putri, dimana engkau?” gumam sang Raja.


Dia teringat kepada Gangga, hewan cerdas dan pemarah milik putri Arska. Dengan kekuatannya, raja menjelma menjadi sosok angsa terbang mengepakkan sayap menuju halaman belakang istana Jati Jajar. Banyak sekali prajurit berlalu lalang, mereka memasang wajah ketat membawa bekal dan senjata seakan akan pergi jauh ke suatu tempat atau berperang. Gangga tidak terlihat disana, hanya bekas tapak kaki cakarnya di sudut halaman. Raja keluar istana melewati tembok raksasa berduri lalu menjelma kembali ke wujud semula.


Di ruangan ibu suri

__ADS_1


Sang nenek Raja permadi itu mendengar laporan sel putri Arska berubah menjadi salju. Ibu suir hanya merespon dengan tawa lalu meminta para pengawal tidak perlu lagi menjaganya.


“Sebentar lagi dia akan mati! Ahahhah..” ucap ibu suri dengan penuh tawa.


Panglima pendamping Raja Permadi melihat seekor burung raksasa mengitari kerajaan. Dia mengamati lebih dekat memperhatikan bahwa itu adalah seekor Gangga. Beberapa prajurit pengikut ibu suri mengeluarkan busur panas akan memanahnya. Mereka akan menarik tarikan anak panah melepaskan mengarah tepat ke sayap Gangga.


“Hentikan! Dia adalah hewan yang sangat dekat dengan Raja Permadi” ucap sang panglima menepis busur mereka.


Sang panglima menuju kuda jin secepatnya mencari Raja. Salah satu jin pengikut ibu suri melaporkan kedatangan hewan raksasa tersebut. Setelah mendengar hal itu, meskipun ibu suri sudah mengetahui hewan yang di kenal raja tapi tetap saja dia memerintahkan untuk memanah dan mengusirnya. Gangga si hewan pemarah, instingnya yang tajam mencium aroma tubuh putri Arska berada di istana Yaksa. Prajurit yang memanahnya dan menyerangnya secara bertubi-tubi terkena pijakan kaki Gangga. Ibu Suri memperhatikan perlawanan hewan tersebut, dia melotot memperhatikan hewan raksasa itu.


“Sepertinya aku pernah melihat hewan ini, tapi dimana?” gumam ibu suri memikirkan ulang.

__ADS_1


Ingatannya kembali mundur saat peperangan lalu, isu hewan raksasa bersayap yang di tunggangi oleh putri Arska.


“Apakah dia hewan yang di maksud oleh utusan ku?”


__ADS_2