Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Pedang berlumuran darah putri Arska


__ADS_3

Tampaknya arwah cenayang Karang ingin membantu putri Arska di dalam peperangan ini. Sang putri yang langsung menyetujui perkataan sosok cahaya hijau itu, tanpa ragu dia menyayat telapak tangannya sendiri dan melumuri seluruh pedangnya dengan darahnya sendiri.


“Sttsshh” suara meringis menahan rasa perih Karena pedang itu terlalu tajam.


Cahaya hijau itu pun ikut menyelubungi pedang sang putri. Di atas tubuh Gangga, putri menuju kerajaan Yaksa untuk membantu raja Permadi. Di atas udara, dia mengayunkan pedang ke arah tentara jin yang kerasukan arwah iblis yang berada di dalam telaga hitam. Ayunan pedang itu dengan sekejap membanting tentara jin. Putri menebas leher mereka dan berhasil menghabisi setengah tentara jin telaga hitam yang hampir meratakan prajurit Yaksa.


“Arggh!” suara mengerang. Para roh dan arwah iblis hitam itu keluar berterbangan dari tubuh jin tentara.

__ADS_1


Raja Yaksa yang baru menyadari kehadiran sang putri pun langsung menepis serangan raja Telaga hitam lalu terbang mendekati sang putri. Namun tidak di sangka, kecepatan raja Telaga hitam yang sudah di rasuki roh dan iblis lebih dahulu menyerang putri Arska dan memukul tubuhnya dengan kekuatan iblis yang begitu besar.


Brughh.Tubuh sang putri terhempas ke atas tanah. Pedangnya terlepas dari tangannya. Dia mengalami luka dalam sehingga mengeluarkan muntahan darah kental berwarna hitam.


“Putri!” teriak raja Permadi.


”Gangga! Kau harus segera kembali ke lembah sungai jin dan bawa lah dayang pita hijau ke istana kembali agar dia segera mengobati panah beracun ini. Engkau tidak mau mati dan meninggalkan ku bukan?” ucap sang putri mengusap paruh besarnya.

__ADS_1


Sang putri dengan bersusah payah berhasil mendapatkan pedangnya kembali meskipun lengan kanannya terkena serangan pedang musuh. Dia kembali berjuang untuk mempertahankan kerajaan Yaksa. Kekuatan sihir cenayang Karang berhasil melumpuhkan sepenuhnya tentara iblis.


“Kekuatan apa yang di miliki?” gumam raja Telaga hitam.


Para kawanan hewan bersayap lain masi melawan sisa tentara telaga hitam, meskipun hujan sayap dan darah yang yang tumpah membentuk air yang membanjiri tanah Yaksa. Ada banyak yang pengorbanan disini. Kesetiaan hewan bersayap kepada raja Yaksa tidak tampak tidka pernah menyerah untuk bertarung. Putri menyerang raja jin Telaga hitam dengan ganas, dia berhasil menebas kaki sang raja sehingga terdengar suara retakan tulang begitu keras.


“Arghh! Arghh!” sang raja telaga hitam kesakitan menahan kakinya kirinya telah terputus.

__ADS_1


Raja Permadi melotot melihat keberanian wanita yang dia cinta itu. Dia membayangkan sayap atau kakinya akan terputus jika melakukan sesuatu yang menyakitinya. Di dalam peperangan ini, raja yang sedang di landa debaran rasa itu masih sempat memperhatikan wajah marah putri Arska dengan seksama. Raja telaga hitam menebas ujung rambut sang putri, sedikit saja sang putri lengah maka di akan kehilangan kepalanya. Penyerangan putri Arska kini sedang mengincar kepala raja telaga hitam, saat pedang putri tepat ke arah lehernya. Tangan kiri raja telaga hitam itu memukul tubuh sang putri sampai dia mengeluarkan muntahan darah untuk kedua kalinya. Raja Permadi menggapai tubuhnya agar tidak terbanting ke tanah. Putri Arska setengah sadar sekuat tenaga tetap membuka mata dengan menggenggam pedang di tangannya agar tidak terlepas.


__ADS_2