
Raja menoleh ke belakang, seorang wanita yang mirip dengan sosok putri Arska membalas tatapan matanya.
"Apa? engkau memanggil ku paman?" Raja Permadi berdiri mendekati.
"Paman, tubuh mu terlalu dekat! entahlah!" serunya berlari menjauh.
Raja menarik tangannya, genggaman tangan yang besar menahan tubuh mungil wanita itu. Genggaman terlalu erat membuat sang wanita menjerit.
"Sakit! bisa kah engkau lebih sopan memperlakukan wanita?" tanyanya.
"Aku ingin menanyakan sesuatu, apakah engkau bisa melihat sayap ku?" ucap raja Permadi.
"Aku_aku tidak melihat apapun!" wanita tersebut berusaha melepaskan genggaman tangan raja.
...----------------...
Meskipun telah di dunia manusia, peralatan di jaman kerajaan beli oleh Kasim Jou sebagai pengingat di dunia jin. Emas batangan tersusun rapi di dalam kamar raja Permadi. Seusai kembali ke rumah, raja duduk termenung memikirkan pertemuannya dengan seorang wanita asing hari ini.
"Raja, makan malam sudah siap" ucap Kasim Jou membungkuk.
__ADS_1
"Terimakasih"
"Hamba ingin menanyakan sesuatu, apakah raja hari ini tidak merasa kesulitan mencari alat tukar uang di dunia manusia? maafkan hamba yang mulia, hamba lupa untuk memberikan kartu ini"
Kasim Jou meletakkan kartu ATM di tangan raja Permadi.
"Aku harus banyak belajar di dunia manusia dan harus segera menemukan putri Arska."
Hujan baru reda setelah waktu menunjukkan pertengahan malam. Raja duduk di atas ranjang samar mencoba mengepak sayap namun gagal. "Arghh.." teriaknya.
Segeralah mungkin bertemu dengan mu memperbaiki detik yang memisahkan kita
wahai putri Arska
"Putri?" raja melihat putri Arska memakai gaun putih penuh dengan darah berlari menjauh darinya. Suasana begitu gelap membuat raja kesulitan melihat. "Putri! jangan tinggalkan aku!' teriak raja terbangun.
Langit masih gelap, dia keluar dari rumah melanjutkan pencarian mencari putri Arska. Berjalan sampai menuju ke tepi sungai. Raja Permadi menoleh melihat sosok wanita yang dia temui tadi siang. Dia menangis sendirian disana sambil mengusap mata tersedu-sedu pandangan ke arah depan. Kekasihnya telah tiada, dia adalah Maharani di kehidupan manusia. Demi menyelamatkan kehidupan Maharani, Astro rela mengorbankan dirinya. Tapi sepanjang hidup Maharani penuh derita. Hidup di dunia namun di tinggalkan oleh orang yang dia cintai.
Raja Permadi memberikan wanita itu sebuah sapu tangan. Dengan cepat dia menerima lalu mengusap semua air matanya. Di malam yang larut ini hidupnya seakan tidak berarti.
__ADS_1
"Pulanglah, seorang wanita berjalan di tengah malam akan menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri" ucap raja.
"Jangan ikut campur urusan ku!"
"Siapa nama mu?"
"Maharani.."
Menjawab pertanyaan lelaki yang ada di hadapannya. Wajah yang sangat mirip dengan Astro. Akan tetapi Maharani berpikir bahwa ada tujuh kembaran manusia di dunia ini dan cintanya tetap ke Astro seorang.
"Dia sangat mirip dengan putri Arska, segala sifat yang dingin saat awal aku bertemu sang putri di dunia jin. Lihat lah pandangannya begitu tajam menatap ku" gumam Raja.
"Aku akan mengantarmu pulang"
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri!" jawab Maharani meninggalkan raja.
"Ya, engkau selalu saja keras kepala" gumam raja.
Raja Permadi mengikuti langkah Maharani dari belakang. Sesekali Maharani menoleh berjalan lebih cepat agar tidak terkejar. "Siapa lelaki misterius itu? aku enggan menanyakan siapa namanya" gumam Maharani.
__ADS_1
Rumah yang berwarna putih dengan taman bunga di depannya. Maharani masuk ke dalam tanpa mempedulikan raja.