Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Jadi perasaan raja tetap sama


__ADS_3

Kata membius selalu saja memberikan segala keegoisan mendekap tanpa persetujuan sang putri. Tiada tempat lagi hatinya masih penuh dengan sosok jin bersayap. Dia mengepak begitu kuat seakan menyatakan pada langit jin bahwa sang putri adalah miliknya.


"Aku selalu mencintai mu" ucap Raja Permadi. Ketika sang raja akan kembali mendekapnya, sang putri memaksakan kakinya yang sakit berlari menghindarinya sampai naik menuju tubuh Gangga. Dia di bawa Gangga pergi meninggalkan Raja Permadi.


...----------------...


Ruangan Aula harum semerbak berbagai aroma pengharum para para putri mahkota. Mereka mengamati hasil karya mereka sendiri lalu tersenyum. Sang ibu suri menuju Aula meminta para dayang mengumpulkan hasil sulaman mereka. Satu persatu sulaman bunga itu di buka oleh dayang di depan ibu suri. Ada empat sulaman yang sangat bagus dan mirip sekali dengan bunga hidup.


"Pemilihan Ratu Yaksa harus benar-benar aku awasi dan perhitungkan kualitasnya. Selamat aku ucapkan untuk para putri yang akan berlanjut ke tantangan berikutnya" kata ibu suri tersenyum.

__ADS_1


Ruangan Aula harum semerbak berbagai aroma pengharum para para putri mahkota. Mereka mengamati hasil karya mereka sendiri lalu tersenyum. Sang ibu suri menuju Aula meminta para dayang mengumpulkan hasil sulaman mereka. Satu persatu sulaman bunga itu di buka oleh dayang di depan ibu suri. Ada empat sulaman yang sangat bagus dan mirip sekali dengan bunga hidup.


"Pemilihan Ratu Yaksa harus benar-benar aku awasi dan perhitungkan kualitasnya. Selamat aku ucapkan untuk para putri yang akan berlanjut ke tantangan berikutnya" kata ibu suri tersenyum.


Para putri yang gugur merubah wajah teramat marah dan masam kepadanya.


Raja kembali ke istana, semula dia sudah memutuskan bersama putri Arska di lembah sungai jin sampai matahari terbenam. Tapi sepertinya dia belum bisa menaklukkan putri Jati Jajar seutuhnya. Sebelumnya dia meminta pengawal pendampingnya mengikuti putri Arska menjadi utusan penjaga putri yang menyelinap ke istana.


Di dalam ruangannya tidak ada kasim Jou ataupun panglima pendamping. Raja membersihkan diri dan berganti pakaian kebesaran melihat keadaan sekitar. Tampak ibu suri begitu sibuk melayani para putri mahkota., melihat wajah ibu suri bersungguh-sungguh membuat hati raja menjadi gusar akan perlawanannya kepada sang nenek. Di satu sisi ada nenek yang selalu membantunya mengurus istana sedangkan diri sisi lain ada cinta biru yang tidak bisa dia hilangkan. Para dayang memberi hormat mempersilakan masuk namun raja menolak. Dia kembali berkeliling melanjutkan berjalan melihat keadaan istana. Banyak sekali para tamu yang hadir di sela kegiatan putri mahkota. Para pejabat yang saling bersulang minuman dan tertawa melihat pertunjukan tari-tarian.

__ADS_1


Sangat lama raja menunggu panglima dan kasim yang tak kunjung tiba. Dia meminta salah satu prajurit memanggil mereka. Berselang beberapa jam sambil menunggu, raja tanpa sengaja melihat jejak kaki bekas darah berjalan ke arah Aula. Salah satu sepatu yang paling indah disana adalah milik ibu suri. Dia menanyakan kepada salah satu dayang berharap pemikirannya keliru.


"Beritahu pada ku, sepatu ini milik siapa?"" tanya Raja mengamati warna merah yang menempel itu benar-benar darah.


"Menjawab raja, ini adalah sepatu milik sang Ratu" ucap dayang membungkukkan badan.


...----------------...


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa jejak dukungannya. Jangan lupa tetap favorit ❀️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote like πŸ‘ komentar, setangkai bunga mawar🌹Salam persahabatan selalu~

__ADS_1


__ADS_2