
Berjuang bersama melepaskan rasa ragu. Tapi kobaran asap kemarin masih menyesakkan pernafasan. Sungai lembah jin tidak akan mengering sekalipun reinkarnasi berulang tanpa ujung.
...🔥🔥🔥...
Kasim Jou sudah menggigil kedinginan menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam lubang hidungnya.
“Menghadap Raja, hamba menemukan suatu tempat yang di jaga oleh utusan ibu suri. Mereka tidak memperbolehkan hamba masuk” ucap panglima pendamping.
Di ruangan kebesaran ibu suri
"Lapor yang mulia, raja ingin masuk ke ruangan menuju sel tahanan” ucap pengawal utusan.
Ibu suri begitu terkejut, dia tidak ingin sang putri di temukan oleh raja. Dia berlari menuju ke arah ruangan tapi disana tampak Raja permadi sudah mendobrak paksa dengan wajah amarah.
“Raja, berani sekali engkau menghancurkan tempat pribadi ku. Apakah sekarang engkau sudah berani melawan nenek mu?” ibu suri membentangkan tangan berdiri di depan pintu masuk jalan ke ruangan lainnya.
“Nenek, apa yang sudah engkau sembunyikan disana?” tanya Raja Permadi.
__ADS_1
“Tidak sepantasnya sosok penguasa Yaksa memuja dan melindungi musuh. Apakah engkau akan berkhianat di depan rakyat mu?” tanya ibu suri.
Ucapan sang nenek membuat semua jin yang menyaksikan disana saling bertukar pandang.
Di sini ini seolah Raja membela musuh dan ingin berpaling menyerang kerajaannya sendiri. Sebagian para prajurit berbisik, keributan menimbulkan kedatangan para pejabat dan punggawa istana.
“Tapi, menurutku tindakan mencuri musuh tanpa sebab atau menyerang musuh dari belakang adalah tindakan pengecut! Kalian semua dengar, aku adalah Raja Yaksa, siapapun yang tidak patuh kepada perintahku akan aku penggal!” ucap Raja Permadi.
“Raja kau! Engkau akan menanggung semua penderitaan itu! Aku bersumpah kalian tidak akan pernah bersama!" nafas ibu suri memburu berjalan keluar ruangan.
Ini adalah pertama kalinya sang ibu suri mengucapkan sumpah serapah kepada Raja Permadi.
Semua jin yang berada disitu langsung berlutut mendengar perkataan sang Raja. Pemimpin Yaksa itu tidak pernah sekalipun memperlihatkan amarahnya. Sementara ibu suri langsung lemas terduduk di lantai di tolong oleh para dayang istana.
“Kasim Jou, cepat engkau suruh dayang utama mengantarkan ibu suri ke ruangannya” perintah Raja Permadi.
“Perintah hamba laksanakan wahai Raja” jawab kasim Jou.
__ADS_1
“Raja memerintahkan agar engkau mengantarkan ibu suri kembali ke kamarnya” ucap kasim Jou kepada kepala dayang istana.
“Baiklah” jawab kepala dayang. Dia memerintahkan para dayang untuk membawa ibu suri.
“Raja, aku belum selesai bicara!” teriak ibu suri di tarik oleh para dayang.
“Lepaskan aku! Aku bisa berjalan sendiri!” teriak ibu suri lagi lalu menampar dayang utama.
Ruangan pribadi yang ibu suri maksud mempunyai sebuah tempat tersembunyi yang membuat mata Raja Permadi menyala. Penjara bawah tanah kedua yang di persiapkan oleh ibu suri untuk menyiksa para prajurit yang tidak patuh olehnya.
“Inikah sosok nenek yang katanya menyayangi ku?” gumam Raja Permadi.
Para pengawal dan panglima kepercayaan menggeledah setiap sel tahanan. Ruangan itu bersalju begitu dingin sampai lantainya berubah menjadi es.
“Hati-hati awas kalian tergelincir” ucap sang Raja.
“Tanda ini adalah salju dan es yang pernah di keluarkan oleh putri Arska, mungkinkah..” gumam raja berlari mencari-cari putri di salah satu sel tersebut.
__ADS_1
......................
Jangan lupa tetap tekan tap love favorit❤️, like sebanyak-banyaknya👍, komentar, rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟, vote, setangkai bunga mawar🌹 dan secangkir kopi hangat☕. Terimakasih, salam santun. Berkah ya~