
“Nenek, besok aku tidak akan muncul dan selamanya tidak akan pernah mencari calon Ratu selain putri Arska, sekalipun kerajaan ini adalah musuh jati jajar atau sekalipun takdir tidak mengijinkan” ucap Raja Permadi.
Ibu suri menarik pedang milik Raja lalu mengarahkan ke lehernya. “Jika engkau tidak datang di acara besok maka akan ada pertumpahan darah” menggores lehernya dengan pedang.
Melihat darah yang keluar, Raja merebut pedang itu lalu menekan luka ibu suri dengan jubahnya.
“Nenek, kenapa engkau melakukan hal ini. Pengawal! Cepat panggil tabib!” perintah Raja Permadi mengangkat ibu suri menuju ruangan kebesarannya.
Ayah dan ibu Raja Permadi sudah memberi kepercayaan agar menjaga ibu suri dan wilayah Yaksa. Di situasi yang sulit ini, Raja benar-benar begitu tertekan. Dia tidak ingin hadir di pertemuan besok ataupun menerima salah satu sosok jin sebagai calon Ratu Yaksa. Raja menghela nafas panjang, begitu pusing melihat tingkah ibu suri. Setelah tabib istana tiba, Raja meminta mengobatinya kemudian pergi meninggalkan ruangan.
...🔥🔥🔥...
Raja kembali terbang menuju kerajaan jati jajar. Memberi pengertian kepada sang putri, menjelaskan semua dan berharap putri Arska mau memaafkannya.
__ADS_1
“Putri, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi” gumam Raja.
Kepakan sayap yang cepat, merubah wujud menjadi seekor angsa lalu berdiri di atas dahan pohon yang selalu dia tempati untuk menjaga sang putri dengan posisi siap siaga. Putri belum tampak di kamar kebesarannya. Raja menunggu begitu lama sampai terlihat wajah sendu putih berseri yang dia cinta memasuki ruangan. Tanpa sengaja putri melihat angsa yang tadi sudah dia usir, sosok Raja yang selalu membuat dia kesal.
“Aku ingin sendiri malam ini, engkau beristirahatlah di kamar mu” ucap putri.
“Maafkan hamba wahai putri, tapi Raja dan Ratu sudah memberi perintah agar selalu di samping putri sekalipun putri terlelap” jawab dayang pendamping membungkuk.
Karena putri memaksa agar dia meninggalkan kamar kebesaran, dayang pendamping menuruti keinginannya. Putri kini berdiri di depan jendela melihat angsa nakal itu lalu melemparnya dengan sebuah benda kecil.
“Pergilah! Jangan ganggu aku” ucap putri Arska berbisik.
Ada dua prajurit dan satu pengawal pendamping yang berjaga di depan pintu. Lemparan putri mengenai kepala Raja Permadi. Meskipun demikian Raja tetap bersabar dan terbang sampai ke tepi jendela.
__ADS_1
Penguasa Yaksa selalu mencari cara merebut seluruh hati sang putri. Memberi bekas kenangan yang akan sulit di lupakan. Cerita cinta biru baru beberapa lembar saja, disana sudah ada kata tidak terpisah dan menginginkan selamanya berdua bersama.
Suara ketukan pintu mengagetkan putri, dia sudah memerintahkan dayang untuk tidak masuk ke ruangannya. Angsa jelmaan raja Permadi masih mengganggunya di tepi jendela.
‘Putri, Raja akan segera datang” ucap dayang utama dari luar.
Langkah kaki sang Ratu yang begitu cepat sampai di depan pintu. Putri Arska menyembunyikan angsa putih jelmaan Raja Permadi di dalam lemari pakaiannya. Dia segera membuka pintu lalu mengikuti langkah sang Ratu memasuki ruangannya.
“Ibunda..” ucap putri Arska.
Wajah bingung yang tidak bisa di tutupi, sang Ratu yang mengetahui tentang putri Arska. Dia mengernyitkan dahi tersenyum membawakan hiasan rambut dan beberapa pakaian musim dingin untuk di pakai oleh sang putri.
..._To be continued_...
__ADS_1