Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Putri terkena sihir


__ADS_3

Siang telah berganti malam, sihir kejahatan Taraya masih mengejar darah istimewa untuk mendapatkan kekuatan besar dari putri Jati jajar.


Ibu suri tertawa cekikikan, para pengawal menariknya keluar. Berkumpul di aula istana, ibu suri di beri dekrit pelepasan posisi tahta tertinggi di turunkan gelar kebesarannya dan di mutasikan ke pulau lain. Para penasehat mengetuk keputusan yang di berikan dari raja, sontak saja wanita tua itu tidak terima lalu menusuk perut pengawal yang ada di sebelahnya.


“Cepat, bawa ibu suri pergi!” teriak raja.


“Raja! Kau adalah cucu durhaka! Hahahah” teriak ibu suri.


Seisi aula tercengang melihat tingkah wanita yang sangat di hormati itu, semua pandangan tertuju pada sang raja lalu menunduk. Raja Permadi menanggung rasa malu, dia tidak bisa berkata apapun. Raja mendengarkan surat dan gulungan yang di berikan oleh sang penasehat.

__ADS_1


“Sampaikanlah pada kerajaan Kalingga bahwa aku menerima kerjasama ini” ucap sang raja.


“Baik yang mulia” jawab sang penasehat.


Dengan segala pertimbangan yang ada, raja Permadi tidak mengizinkan para bekas menteri telaga hitam berpindah posisi sebagai pejabat Yaksa. Dekrit mereka melebur di dalam senyuman para punggawa dan pejabat lain, amarah para bekas pejabat telaga hitam melengos ke arah raja Permadi. Setelah pertemuan di tutup, para perangkat istana memulai pekerjaannya masing-masing. Kini sang raja duduk di ruang kebesaran memikirkan hal apa yang akan di rencanakan oleh kerajaan Kalingga. Dia memanggil pengawal pendamping, memerintahkan untuk mencari tau segala hal tentang istana Kalingga. Sang pengawal di bantu oleh panglima Jati jajar pergi di malam hari sebagai mata-mata kerajaan.


Di istana Jati Jajar


“Kalau begitu cari tau apapun yang akan di lakukan oleh putri Kayana.”

__ADS_1


“Baik putri, hamba undur diri” ucap sang pengawal pergi.


Tidak ada yang bisa menghindari hal ghaib, sekalipun di dunia jin segala kejahatan berbentuk sihir menyebar melalui angin dan udara. Dayang pita hijau tidak bersamanya, dia sedang berada di ruangan ratu bersama kepala dayang. Begitu pula para pengawal yang biasa berjaga di depan pintu tampak sibuk melakukan persiapan latihan perang di benteng istana.


Di dalam tidur, gumpalan asap hitam menggulung masuk menembus kaca jendela. Asap itu menggulung tubuh sang putri. Di dalam tidur, putri merasa tubuhnya sangat sakit, seperti ada yang mencekik. Walau sudah melawan dan berusaha sadar, asap itu masuk ke dalam mulut sang putri hingga sepenuhnya memenuhi isi tubuh. Mata putri Arska merah menyala melotot turun dari kasur berdiri membuka jendela. Dia terjun bebas dari ketinggian, Gangga yang siap siaga mencium aroma tubuh sang majikan sedang berada di luar, dia langsung menangkap dan membawanya ke tepi perbukitan.


Sosok lain yang sedang menguasainya itu mencabut bulu si hewan bersayap secara brutal, gangga yang kesakitan terpaksa menurunkannya lalu bergerak mundur dari posisi semula.


“Hewan bodoh!” ucap sang putri menyeringai.

__ADS_1


Putri melompat ke tubuh Gangga, dia mencabut kembali bulu hewan tersebut lalu menancapkan gigi dan mencabik kulitnya. Suara gangga menggeliat di udara, meskipun kesakitan karena perlakukan dari sang putri, Dia tetap menahan agar tubuh sang putri tidak sampai jatuh.


__ADS_2