Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Salju dan kumparan waktu


__ADS_3

...Mohon dukungan untuk tekan favorit ❤️ rate, like dan komen ya.. semoga berkah dan selalu dalam lindungan yang maha kuasa🙏...


......................


Bukan sekedar untaian atau mengarungi bahtera selancar hanya pada sudut pandang saja. Katanya cinta tulus tidak akan rela menyakiti, sekalipun berpisah atau terpisahkan. Cinta yang sedang di saluran kan oleh raja bersayap itu masih tampak samar bak cahaya Aurora yang sekilas menerangi dunia salju di hati putri Arska. Dalam perjalanan melalui waktu bersama, berkali-kali raja memercikkan api yang terlalu besar hampir membakar dahan pohon musim dingin yang beku. Sangat lama kebekuan yang masih terasa.


...💙💙💙...


Terbang bersama mu di atas langit biru, tidak ku rasa indah bila memandang mu sedang terluka.


Hari ku kelabu sedang segalanya bukan indah bila kedua kelopak manik netra yang selalu menatap tajam padaku kini tertutup rapat. Engkau yang selalu membuat jantung ku selalu terasa sakit, engkau pula yang bisa menjadi penenang raga yang gelisah.


...-Raja kedua Yaksa-...

__ADS_1


...💙💙💙...


Sebelum mendarat, raja mengusap lembut alis beriring putri. Dengan berani dia menuju raja jati jajar dan memindahkan putri kepadanya. Lantas hal itu bukan serta Merta membuat membuat raja jati jajar membebaskan sebagian tahanan dan kekuasaan yang sudah di ambil alih. Panglima perang menarik sebelah sayap raja Permadi, dia menjauhkan posisi raja Yaksa di dekat raja jati jajar.


"Pergilah sebelum aku membunuh mu!" bentak suara raja jati jajar mengeras.


...----------------...


"Jadi begitu cerita yang engkau dengar?" ucap pangeran Tranggala saat berkunjung ke paviliun kerajaan.


Dia bertekad mempersunting putri Arska lebih cepat setelah kesehatan putri membaik. Setiap hari pangeran Tranggala berkunjung dan menanyakan peningkatan kesehatan sang putri. Dayang Saga pengganti dayang kesekian kali setelah kepergian dayang nanjam. Dia sedang berdiri membungkuk dan memberikan informasi kepada pangeran Tranggala dengan penuh rasa takut. Setelah menyampaikan kabar tentang putri Arska, dia segera meminta ijin untuk pergi akan tetapi masih saja di tahan untuk tetap tinggal.


"Aku mau kau memberikan ramuan ini di minuman putri" ucap pangeran menyodorkan sebuah kantong kecil.

__ADS_1


Dia juga memberikan sebuah permata bening yang berkilau. Seketika mata dayang Saga membelalak tanpa henti menatap.


"Maafkan hamba pangeran, tapi_" dayang Saga menghentikan pembicaraan saat melihat Gangga terbang dan bertengger di tepi kolam bunga teratai.


"Kau ingin mati? cepat lakukan tugas mu!" bisik pangeran Tranggala meletakkan kantong tersebut lalu berjalan menuju Gangga.


"Hei hewan pemarah, sebentar lagi aku lah majikan mu"


Sorot tajam mata Gangga menatap pangeran Tranggala. Gangga yang tampak tidak memperdulikan ocehan pangeran, menggerakkan kepala ke arah berlawanan.


Dayang Saga mengikuti perintah pangeran Tranggala. Dia mencampurkan isi kantong yang berisi serbuk penakluk yang pangeran Tranggala dapatkan dari seorang ahli sihir di bagian Utara. Dengan cepat dayang Saga memasukkan bekas kantong ke dalam bajunya. Dia bergetar berjalan ke kamar putri.


"Putri, hamba membawakan obat untuk mu.."

__ADS_1


__ADS_2