
POV Pangeran Permadi
Segala keangkuhan mu tidak mengurungkan niat tulus ku menggenggam erat lentik jari-jari tangan mu. Sekali lagi aku tegas kan, Akan ku pastikan lembah sungai jin menjadi saksi bisu segala tumpahan cinta kasih ku pada mu. Wahai tuan putri jati jajar berdarah ningrat. Sayap-sayap ku akan terus mengepak membentang menghampiri di angkasa..
Dengan menjelma menyerupai Gangga. Pangeran Permadi mengepakkan sayap mencari-cari kehadiran putri Arska di sekitar istana. Biasanya Gangga selalu di samping putri namun dia tidak menemukannya. Pangeran Kembali lagi menuju paviliun kerajaan, dia mengasa kekuatan untuk berusaha memenangkan hati putri Arska yang begitu dingin bak kutub utara. Pangeran duduk termenung tidak bosan memikirkan sifat putri bak musim salju yang menebar kebekuan membuat dia semakin merontah dalam penasaran tidak terkendali.
Apakah dia tidak suka bunga-bunga yang aku berikan? Ucap pangeran Permadi bertanya kepada dirinya sendiri.
...----------------...
Sementara Di daerah tenggara jingga.
Seorang putri dari salah salah satu pejabat istana sedang di interogasi untuk di jadikan seorang kandidat pemilihan putri pendamping putra mahkota. Putri Herin adalah putri yang memiliki paras wajah cantik namun bertubuh gemuk. Kini dia duduk terpaku menghadap ayah dan ibunya. Dia menyetujui arahan dari keduanya dan berlari di susul seorang dayang penjaga. Susunan rencana sang pejabat untuk mendudukkan posisi putri Herin menjadi kandidat pilihan pertama. Dia mengeluarkan seluruh aset kekayaan yang berlimpah kepada sang ibu suri dan menawarkan ikatan para serikat tenggara dalam menjaga pertahanan istana.
__ADS_1
...----------------...
Suara gemercik air mancur mengawali sambutan pagi menuju gerbang istana. Para kandidat putri-putri keluar dari tandu, bergaun putih menyelaraskan riasan rambut dengan sanggulan rapi berhias berbagai bentuk giok di kepala. Mereka berbaris rapi, satu persatu memasuki gerbang melewati sebuah titik tumpu batu berwarna merah.
Sibak angin berhembus menambah kesan kecantikan mereka. Ada sembilan kandidat putri tiba dalam ruang kebesaran. Dua pengawal jin berjaga dengan tobak raksasa yang mereka pundak, menatap kepada setiap tamu yang ingin masuk. Tidak ada yang mengira bahwa salah satu kandidat di dalam ruangan terdapat putri Arska yang memasang strategi pembalasan dendam kepada kerajaan Yaksa. Di dalam ruangan sudah tiba ibu suri berjalan menuju kursi kebesaran. Ketua dayang istana memberikan instruksi untuk penghormatan kepada ibu Suri. Gerakan membungkuk dengan gemulai nampak para putri di sambut oleh tawa ibu suri yang memberikan sebuah tepuk tangan meriah kepada mereka.
"Selamat datang di acara pemilihan kandidat pendamping putra mahkota, kalian semua tampak cantik. Bersikap biasa saja, kenapa suasana begitu tegang terasa?" ucap Ibu Suri menatap ke sekeliling.
"Hormat kami kepada ibu suri.." jawab para putri serentak.
Perlombaan memasak untuk di suguhkan sebagai hidangan pangeran berlangsung selama dua jam. Putri Arska memasak lebih banyak sayuran hijau, dia membayangkan wajah pangeran yang akan menghijau jika mencicipi masakannya.
Di depan sana ada seorang yang Arska benci setelah melengos menatap ibu Suri. Ayahnya masih mengalami demam dan lemah tidak berdaya.
__ADS_1
“Baiklah silahkan bawa masakan kalian” ucap ketua dayang menyiapkan dua sendok untuk pangeran dan ibu suri.
Para putri maju ke hadapan menyuguhkan hidangan, tiba pada putri Arska yang berjalan menuju mereka. Pangeran menaikkan alis menyipitkan mata mengamati salah kandidat yang berdiri tepat di hadapannya.
Siapa kau? Seperti orang yang tidak asing bagiku dan sepasang manik netra datar itu bagai putri Arska, gumam pangeran mengamati dengan seksama.
“Pangeran, silahkan di makan” ucap ibu suri mencicipi sayur hijau tersebut.
Arska menundukkan wajah karena khawatir pangeran akan mengenali.
“Lumayan lezat, tapi kenapa kau hanya memasak sayur? Tanya ibu suri yang masih menikmati hidangan.
...----------------...
__ADS_1
Surat Misteri: Kepada para pembaca yang di sayang Allah. Maaf Author sibuk RL, terimakasih masih setia dan menunggu. Bagaimana pendapat kalian akan serpihan hati melankolis Pangeran jin bersayap? Lalu Apakah rencana Arska Sebenarnya? Silahkan Komentar literasi panjang kali lebar~
jangan lupa dukungan buat author ya, salam persahabatan selalu. BarakaAllah🙏