Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Nyawa terancam


__ADS_3

Putri di asingkan di atas menara yag tinggi. Setiap hari dia meminta kepada langit agar di satukan oleh raja Permadi bersama selamanya. Di waktu seja dia selalu meniup peluit yang di berikan oleh sang raja, akan tetapi yang datang hanya Gangga. Hewan gagah itu memasukkan kepalanya di dalam jendela menara yang terbuka untuk di usap olehnya.


“Gangga, apakah engkau tau dimana raja Permadi? Aku menunggunya setiap hari disini” bisik putri.


...🌿🌿🌿...


Ruang kebesaran raja dan ratu Jati jajar bagai kapal pecah. Berkali-kali sang ratu melempar benda-benda antik dan peralatan di meja riasnya ke ubin.


“Wahai yang mulia ratu, tolong tenang kan dirimu. Ratu hukum saja kami jika bersalah” ucap kepala dayang istana.


Para dayang pendamping yang menyaksikannya menangis ketakutan. Apa yang terjadi?

__ADS_1


Ketidak terimaan sang ratu mendengar anak tunggalnya di kurung di menara langit. Siapapun jin yang kesana akan di hujani anak panah api. Sekalipun musuh yang menerobos paksa, anak panah itu bisa menyebabkan menara langit hangus terbakar akibat sekitanya terkena kobaran api yang menyala. Raja masuk ke dalam ruangan kebesaran, dia memeluk sang ratu. Para dayang di perintahkan untuk meninggalkan ruangan begitupun para kasim lainnya.


“Raja! Apakah sekarang hati mu telah bersarang kegelapan? Putri Arska adalah darah daging kita! Hiks” tangis sang ratu memukul tubuhnya.


Raja menekuk lutut di hadapan sang ratu, dia hampir meneteskan air mata.


“Wahai ratu ku, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan dari kematian” jawab sang raja.


“Katakan, apa yang engkau maksud wahai kakanda?” sang ratu masih terus memukul tubuhnya


Ratu jatuh tidak sadarkan diri, raja membawanya ke aula selatan. Setiap malam di menara langit, sang putri sering bermimpi buruk. Di alam bawah sadar, tembok menara mengeluarkan akar menjalar menutupi seluruh menara. Suara wanita tanpa rupa memanggil namanya.

__ADS_1


“Putri Arska!” gema suara mengerikan itu nyaring di telinga.


Sang putri terbangun menghentakkan tubuh, nafasnya tersenangal. Dia masih menatap sekitar, dari jendela terlihat hujan panah api menuju sosok bersayap di atas gerbang masuk.


“Raja?” ucapnya bersuara kecil.


Dengan sekali kepakan, sayap raksasa itu berhasil memadamkan api. Akan tetapi, benda besar yang telah di persiapkan oleh raja Jati Jajar tiba-tiba di keluarkan oleh para penjaga. Alat yang menyerupai rudal penghancur. Bola api berkobar di dalamnya bisa memanggang raja jin bersayap raksasa itu dalam satu detik.


“Raja!” teriak putri.


Raja Permadi menoleh ke menara langit. Disana lah kekasih yang sudah mengambil jantung dan hatinya. Angin semula bertiup kencang kini alam sekejab hening. Dari kejauhan terdengan ribuan hewan bersayap menyerbu penjaga dan algojo kerajaan. Saat bola api besar itu di lepaskan ke tubuh raja Permadi, ribuan, jutaan sampai jumlah hewan itu tidak terbatas mengerumuni tubuh sang raja.

__ADS_1


“Tidak, kalian bisa mati! Menghindar dari ku! Teriak sang raja.


Seumur hidup sang raja jin bersayap itu tidak pernah sekalipun perkataannya di bantah oleh makhluk bersayap lainnya. Tapi hari ini dia di lindungi oleh makhluk-makhluk bersayap membentuk formasi melingkar.


__ADS_2