
Tak kurang dan tak lebih keraguan ini tetap sama bersama hentakan rindu yang perlahan merajai hati.
Raja merubah wujudnya menjadi seekor angsa putih sebelum memasuki wilayah Jati Jajar. Dia sudah melihat sang putri terlelap. Sang Raja mengambil posisi menjaga di antara dahan pohon sambil sesekali terbangun mengamati putri yang masih aman.
Saat hari menjelang pagi, dayang pendamping putri tanpa sengaja memperhatikan seekor angsa yang bertengger di salah satu dahan pohon mengarah ke jendela kamar. Putri Arska yang sudah terbangun beranjak turun melihat ke arah luar ikut memperhatikan seekor angsa yang tidak asing baginya.
“Raja Yaksa? Sedang apa dia tidur disitu?” gumam putri Arska tersenyum.
Leher jenjang angsa bergerak bersama balasan tatapan ke arah sang putri, wajah alami putri Jati jajar tanpa polesan sedikitpun membuat dia semakin tidak berhenti menatap.
__ADS_1
“Jin bersayap itu kenapa menatapku seperti itu? Jangan-jangan…” gumam putri menepuk pelan pipinya.
Dia tersadar wajah yang baru bangun itu pasti yang sedang Raja Permadi amati.
“Dasar, angsa nakal!” gumamnya lagi. Putri Arska meminta dayang untuk menutup tirai jendela dan menyiapkan air mandinya.
Sebelum pergi meninggalkan kerajaan Jati Jajar, Raja Permadi meninggalkan setangkai bunga Allysum biru dan pita panjang berwarna putih di pinggir jendela kamar putri. Hati Raja merasa tenang sampai hari masih bisa melihat putri Arska. Dia tidak ingin kehilangan wanitanya lagi walaupun dirinya harus melewati reinkarnasi berkali-kali untuk menemukan putri Arska.
“Mau apa kalian!” bentak putri Arska di ikat oleh tali.
__ADS_1
Salah stau jin langsung menutup mulutnya dengan kain agar tidak sempat berteriak meminta pertolongan. Putri di sekap di salah satu ruangan kosong di istana Yaksa. Ibu suri mendekati sang putri lalu mencambuk tubuhnya sebanyak tiga kali.
“Rasakan! Aku akan membuat mu perlahan mati membusuk disini. Tidak ada yang bisa menolong mu!” ucap ibu suri lalu memerintahkan pengawal untuk menjaganya.
“Jangan sampai dia kabur atau aku akan membunuh kalian!” perintah ibu suri.
Para jin punggawa dan pengawal selama tujuh hari mencari-cari keberadaan putri Arska. Hewan peliharaannya pun ikut menghilang tanpa jejak. Mereka tidak berani memberi laporan atas kehilangan sang putri kepada Raja Jati Jajar. Langkah panglima perang yang selalu di tahan oleh para punggawa karena ketakutan para punggawa akan di penggal oleh sang Raja.
“Jika hari ke sepuluh sang putri tidak di temukan juga maka aku akan memenggal siapapun yang menghalangi ku untuk memberitahu Raja” ucap panglima pergi meninggalkan istana.
__ADS_1
......................
Terimakasih sudah mampir, jangan lupa jejak dukungannya ya all. Tetap tekan tap favorit ❤️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like sebanyak-banyaknya, komentar, setangkai bunga mawar 🌹 dan secangkir kopi hangat ☕ Salam persahabatan selalu~