Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Memilih keselamatan sang putri


__ADS_3

Belum sempat kasim Jou mengatakan apa yang ingin dia kabarkan mengenai kerajaan Gurun. Pengawal pendampingnya berlari berlutut dengan nafas tersengal-sengal.


“Raja, kerajaan gurun telah hancur namun kini pasukannya sedang dalam perjalanan menuju istana jati jajar.”


“Apa! Cepat kerahkan semua bala tentara untuk membantu kerajaan jati jajar!” perintah raja Permadi.


Dari balik pintu, dayang pengikut ibu suri mendengar perkataan raja lalu membisikkan ke telinga ibu suri.


Raja Permadi tidak menyadari setengah pasukannya sudah menjadi pengikut ibu suri. Peran ibu suri yang kejam dan licik memberikan janji kepada para jin Jati Jajar dengan memberikan bagian kedudukan dan harta jika tunduk terhadap perintahnya.


Raja beserta pasukan melangkah keluar dari gerbang istana. Pandangan raja Permadi terperangah melihat ibu suri menghadang beserta setengah pasukan Yaksa.


“Raja, apakah engkau akan pergi ke istana Jati Jajar? Aku ingin engkau mengurungkan niat mu yang buruk itu.”

__ADS_1


Ibu suri menepis jubab miliknya berjalan mendekati Raja Permadi. “Pikirkan lagi dan lihatlah prajurit mu yang akan terbunuh jika engkau memaksakan kehendak!” bisik ibu suri.


Pemikiran raja yang kacau balau, putri Arska yang sedang membutuhkannya namun di saat ini nenek kandungnya menahan. Raja berpikir apakah tiba saatnya dia menjadi seorang cucu yang pembangkang? Jika raja tidak kesana, pasukan jati jajar terbilang hitungan jari akibat penyerangan beruntun ibu suri, telaga hitam dan putri Helena. Tapi, rasa sakit yang putri Arska derita akibat perlakuan sang nenek cukup menjadi sebuah gambaran nyata.


“Ini sudah menjadi keputusan ku, melindungi sosok yang aku cintai. Tindakan ibu suri sudah benar-benar melampaui batas!” gumam raja Permadi.


“Pengawal, peperangan melawan pengikut ibu suri kali ini aku serahkan pada mu. Aku harus pegi ke kerajaan jati jajar” ucap raja Permadi.


“Titah di terima yang mulia”


Raja Permadi terbang meninggalkan ibu suri, kepakan sayap raksasa menyapu angin membuah rambut ibu suri berantakan. “Raja!” teriak ibu suri penuh amarah.


...----------------...

__ADS_1


Di kerajaan jati jajar


Para prajurit siap berperang melawan pasukan gurun. Dari atas benteng istana mereka melemparkan bubuk mesiu menyalakan api menerjang para pasukan gurun. Lemparan pertama, tampak pasukan gurun tetap tidak gentar. Sampai pada lemparan bola api keempat, pasukan yang sudah hangus terbakar itu masih berlari menyerang.


“Kenapa mereka baik-baik saja? Apa yang sudah terjadi?” ucap prajurit.


“Arghh..” suara mengerang prajurit terkena gigitan salah satu pasukan gurun.


“Mereka terlihat seperti monster, cepat lindungi raja!” perintah panglima perang.


Ratu dan putri Arska di bawa oleh pengawal pendamping keluar dari istana. Mereka menggunakan kuda jin hitam. Putri menoleh dari kejauhan mendengar suara teriakan dan kesakitan para prajurit.


“Tidak biasanya peperangan terdengar suara teriakan seperti itu. Aku harus membantu Raja dan pasukan Jati Jajar” gumam putri Arska.

__ADS_1


Putri memangil Gangga lalu melompat ke tubuh hewan peliharaannya itu. “Wahai ibunda, ananda harus membantu ayahanda dan pasukan jin” ucap sang putri.


Putri mengudara menyaksikan para pasukan jati jajar di habisi dengan memakan urat nadi yang terletak di leher mereka. Bersama gangga, dia memenggal kepala para prajurit gurun dengan pedang perak pemberian raja. Namun sekalipun kepala-kepala mereka sudah terlepas dari tubuhnya, mereka tetap menyerang secara brutal. Putri turun dari tubuh gangga, dia berusaha menyelamatkan panglima perang yang di kepung oleh algojo gurun.


__ADS_2