
Kasim yang sudah pasrah akan kematiannya mala mini hanya memejamkan mata ketika melompat dari jendela. Ibu suri sangat terkejut ketika membuka pintu, melihat kasim itu terjun bebas. Tangan wanita itu hanya melipat di depan dada.
“Dasar kasim bodoh! Sejak awal kau berpihak dan menjadi pengikut ku maka nasib mu tidak sesial ini” gumam ibu suri.
Dari jendela, kami di angkat oleh raja Permadi dan terbang memasuki jendela ke dalam ruangan kebesaran. Ibu suri memasang wajah sangat, dia melotot ke arah sang kasim. Jin itu pun langsung bertekuk lutut di hadapannya sambil bersujud.
“Yang mulia ibu suri maafkan kecerobohan ku” ucapnya.
Dia juga bersujud di depan raja Permadi. Ketakutannya menghadapi hukuman yang akan dia terima di balik layar dan pasti tidak di ketahui oleh raja.
“Kasim berdiri lah, cepat rapikan pakaian mu dan pergi temui dua pejabat jin Jati jajar di ruang tahanan. Beri mereka hukuman cambukan dia puluh kali” perintah raja.
__ADS_1
Raja Permadi sengaja memberikan hukuman di depan ibu Suri, dia tidka ingin sang nenek memberikan hukuman pasung atau siksaan yang berat. Dia enggan menambah perselisihan kepada Jati jajar di tengah usahanya mendekatkan kedua kerajaan.
“Raja, bukan kah pasung dan menguliti kulit adalah aturan hukuman bagi seorang penghianat negeri?” tanya ibu suri.
“Nenek, memang benar itu adalah aturan di negeri ini. Tapi mereka adalah para pejabat yang masih berstatus sebagai pengikut Jati jajar. Kita tidak boleh sembarangan bertindak” ucap sang raja lalu menggiringnya menuju alun-alun istana.
Fajar mulai menyingsing, hari selanjutnya menjadi lembaran baru dan usaha untuk memperbaiki kesalahan di hari kemarin. Raja mengusap punggung tangan wanita itu lalu tersenyum menatapnya.
“Nenek, tidak kah engkau menginginkan buyut dari ku?”
menghancurkan negeri ini. Leluhur mu yang gugur di medan perang di bunuh oleh bangsa Jati jajar pasti akan menuntut balas dan murka terhadap mu. Pemimpin negeri yang tidak setia dengan negerinya sendiri!” bentak ibu Suri.
__ADS_1
Dia berdiri lalu memalingkan wajah, dayang pendamping membawa kembali ke ruangan kebesaran dan memberi hormat dan membungkukkan bada pada raja Permadi. Wanita tua itu tidak bisa berdamai dengan hatinya sendiri, saat langkah sudah berjarak dua meter dari sang raja. Dia berbalik badan lalu mengucapkan semua hal yang ada di hatinya kembali.
“Raja, kau harus melepaskan pejabat daerah. Dia tidak bersalah dan berusaha yang terbaik untuk Yaksa. Turuti keinginan ku jika kau masih menganggapku seorang nenek!” u
...----------------...
Desas desus di kerajaan tentang sifat kejam ibu suri terdengar di seluruh penjuru negeri. Hal itu membuat kerajaan tetangga lain ingin mencari tau perseteruan yang terjadi di kerajaan Yaksa. Terutama kerajaan Kalingga yang mengetahui perseteruan ketika surat rahasia di dapat dari salah satu punggawa istana.
“Hal ini akan menjadi kesempatan ku mencuri hati ibu suri yang menarik itu” gumam putri Kayana.
Di belakangnya ada pangeran Darson, kakak sang putri yang merampas surat dan membacanya.
__ADS_1
“Apa yang engkau rencanakan terhadap kerajaan ini? ingatlah bahwa raja selalu meminta perdamaian” ucap sang pangeran mengingatkan.
“Kakak, aku hanya mengambil sedikit keuntungan darinya. Aku mendengar raja jin bersayap raksasa yang mempunyai pasukan bala tentara di udara itu. Bukan kah suatu kebahagiaan memiliki penguasa begitu kokoh dan kuat sepertinya? Terlebih lagi kerajaan itu makmur dan sejahtera” ucap putri Kayana.