
Raja Permadi memenggal kepala prajurit yang di utus oleh ibu suri tepat di depan semua jin yang melihat kejadian itu. Para pengikut sang raja melotot menyaksikan pertumpahan darah sebangsa mereka di tanah kerajaan lain. Tidak ada yang berani menentang atau mengatakan apapun kepada raja jin bersayap itu.
“Apa? Raja membunuh Prajuritnya sendiri? Raja akan di katakan sebagai penguasa yang berkhianat” ucap panglima perang di balik tembok istana Jati jajar.
“Tidak, justru raja membersihkan nama baik kerajaan yang telah tercemar akibat skandal yang di berikan oleh ibu suri” ucap pengawal pendamping.
“Ya, di sisi ini engkau benar, tapi kita tidka bisa menjamin hal ini di depan seluruh para punggawa istana. Aturan kerajaan tidak pernah berpihak kepada musuh” kata sang panglima.
Hari ini setelah melakukan penghormatan dan memberikan dekrit perdamaian kepada raja Jati jajar, rombongan raja jin bersayap meninggalkan istana beserta para kawanan hewan bersayap lain yang mengikutinya.
...----------------...
“Putri, jangan terlalu banyak bergerak. Hamba akan mengambilkan air hangat” ucap dayang.
__ADS_1
“Pita hijau, apa yang terjadi?” tanya sang putri.
Sang dayang menceritakan semua alur dan kejadian yang terjadi. Setelah mendengar perkataan dayang tentang pemenggalan sang prajurit, dia pun segera beranjak dari kasur menuju meja tulisnya.
Pengiriman surat kepada hakim istana Yaksa
Pernyataan penyerangan ibu suri Yaksa secara sembunyi-sembunyi membuat kekacauan di kerajaan Jati jajar. Hal ini berdampak buruk pada nama kebesaran penguasa Yaksa yang sedang melakukan kunjungan dekrit pembelaan putri mahkota Jati jajar yang bertarung membantu raja Yaksa dalam berperang.
Di samping itu, raja Yaksa mendapat tamparan kehilangan kewibaan di depan semua penghuni Yaksa yang menyaksikan kejadian keracunan putri Jati jajar.
Dengan ini permintaan dari putri Arska untuk menuntut ibu suri Yaksa agar mendapatkan hukuman atas perbuatan yang di lakukannya.
...Tertanda dekrit putri mahkota jati jajar....
__ADS_1
...❄❄❄❄❄...
Surat terbuka itu langsung di kirim oleh pengawal pendamping sang putri hingga di pastikan sampai ke tangan sang hakim. Namun, mata-mata yang telah di utus oleh ibu suri mengetahui hal tersebut membuat ibu suri menjadi marah dan meminta utusannya untuk membunuh sang hakim dan melenyapkan surat resmi dari sang putri.
Malam yang larut telah terjadi penyerbuan dan penyerangan di kediaman hakim besar Yaksa. Puluhan jin ninja yang telah di bayar oleh ibu suri di kerahkan untuk menghabisi tempat sang hakim. Hati kejam dan bersifat membunuh, ibu suri meminta untuk menghabisi seluruh anggota keluarga dan para petugas di tempat itu tanpa terkecuali.
Suara teriakan dari dalam ruangan bagian barat, putri hakim Yaksa di temukan oleh dayang sudah tewas dengan sayatan di lehernya.
Keributan dan penyerangan secara brutal, utusan ibu suri membakar bagian ruangan barat dan menebas seisi petugas keamanan. Ketika prajurit ninja hitam memasuki ruang inti hakim mereka di kepung oleh penjaga dan pengawal putri Arska yang sengaja di perintahkan untuk menjaga sang hakim sampai benar-benar memberikan surat tersebut ke tangan sang Raja dan penasehat istana. Tapi, saat mereka akan melarikan diri dari para ninja hitam, kaki sang hakim berhasil di tarik dengan tali oleh salah satu ninja dan di seret di tengah pintu keluar ruangan.
Pengawal jati jajar itu langsung mendorong kami dan penjaga untuk segera pergi dan menutup pintu besi.
“Tidak! pengawal!” ucap sang penjaga.
__ADS_1