Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Pengasingan ibu suri


__ADS_3

Kesepian berlarut memecah belah cahaya sinar rembulan.


“Raja,apakah engkau mau mendengarkan semua ucapan bekas prajurit penghianat ini?” ucap ibu suri hendak meninggalkan halaman istana.


Semua mata tertuju padanya, tapi ibu suri tidak menghiraukan. Dia mengangkat gaunnya membentang dengan pandangan murka. Sang pengawal pendamping raja menghalangi dengan pedangnya membuat pengawal pendamping ibu suri akan menyerang. Tapi ibu suri menghalangi pengawalnya kemudian kembali menuju ke posisi semula.


“Atas dasar apa engkau di katakan sebagai penghianat kerajaan?” tanya Raja.


“Menjawab Raja yang agung, di malam itu ibu suri memerintahkan untuk menyerang kerajaan Jati Jajar. Tapi kami bimbang karena tidak ada perintah dari panglima perang” ucap salah satu jin yang tangannya terborgol ketat membuat luka mengalirkan banyak darah.


Raja mengepalkan tangan, mengatur nafas. Ingin rasanya seluruh kekuatannya dia pergunakan untuk melenyapkan sang nenek. Dia tidak menanyakan atas dasar apa penyerangan secara mendadak kepada kerajaan Jati Jajar atau melontarkan pertanyaan membuat harga diri ibu suri Yaksa jatuh di depan rakyatnya.


“Nenek, tetap lah disini sampai aku mengeluarkan titah untuk mu” bisik sang raja meninggalkan halaman belakang istana.

__ADS_1


Raja di damping pengawalnya pergi ke tempat panglima dan kasim di rawat, sebelumnya dia melihat ada beberapa jin yang mengikutinya.


“Cepat cari tau siapa mereka” bisik raja ke pengawal.


“Baiklah Raja.”


Membuka pintu perlahan, suasana hati rasa sedikit tenang melihat sambutan senyum dari kasim Jou sambil posisi tubuh tengkurap. Di punggungnya di olesi obat penyembuh luka. Sang kasim berusaha bangkit namun di tahan oleh Raja Permadi.


“Raja, hamba sangat takut jika ibu suri memenggal kepala hamba. Ampunilah hamba” kasim Jou menyatukan kedua tangan meminta pengampunan melalui raja.


“Bukan kah kalian berdua pengikut ku yang setia. Tidak akan aku ijinkan kalian terluka di tangan yang salah” ucap raja.


Raja menoleh melihat panglima yang tidak sadarkan diri. Pikirannya bercabang akan keselamatan sosk-sosok prajuritnya yang setia dan keselamatan putri Arska. Di sisi lain, pengawal pendamping raja tidak berhasil mengejar mata-mata utusan ibu suri. Dia melaporkan kehilangan jejak ketika mendapatkan serangan mendadak berupa jebakan di sisi barat daya istana.

__ADS_1


“Wahai Raja yang mulia, tolong selamatkan aku dari ibu suri” kasim Jou sangat ketakutan.


Raja mengutus sepuluh algojo menjaga panglima dan kasim sampai mereka pulih. Dia juga meminta pengikutnya yang lain agar lebih waspada agar tidak bernasib sama seperti panglima dan kasim Jou. Raja meminta Pengawal untuk mengutus penasehat istana menghadapnya.


Pembicaraan dan segala fakta yang di dapat mengenai ibu suri. Penasehat istana tidak bisa mengelak dan membela ibu suri yang dari tadi sudah menyuapnya agar menolong terbebas dari hukuman. Semula sang penasehat hanya terdiam kebingungan mengambil keputusan.


“Cepat keluarkan perintahku menghukum ibu suri dengan pengasingan di wilayah utara” ucap raja mengeluarkan stempel istana.


“Perintah akan hamba laksanakan yang Mulia” ucap penasehat istana.


Sang penasehat menulis gulungan titah Raja. Stempel kerajaan sudah tertanda disana, raja meminta pengawalnya menyampaikan ke ibu suri yang masih menunggu di halaman belakang. Sebelumnya raja mengutus lima jin algojo untuk membantu sang pengawal agar mengantisipasi jika ibu suri melakukan perlawanan.


..._To be continued_...

__ADS_1


__ADS_2