Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Penghalang


__ADS_3

Menunggu tidak jemu, mencintai tanpa ingin melepaskan.


Isu semakin menyebar ketika percintaan raja dan putri Arska terdengar di seluruh dunia jin. Drama percintaan antara raja Permadi dan putri Arska menjadi perbincangan hayat ketika melihat raja jin bersayap itu sering bersama sang putri. Hal ini mengakibatkan amarah raja dan ratu Jati Jajar kepada sang putri. Di dalam alun-alun istana pertemuan antara para punggawa memperdebatkan kedekatan putri dan raja jin bersayap berlangsung sangat lama.


Di sela menunggu kabar penangkapan raja Permadi, mereka juga menunggu keputusan raja untuk segera menutup isu agar tidak menimbulkan rasa kekecewaan para rakyat. Raja menghentakkan tangan, dia memasang wajah marah melirik salah satu pejabat yang dari tadi tidak berhenti membahas sang putri.


“Hentikan!” bentak sang raja.


Seluruh para punggawa menunduk, beberapa diantara dari mereka saling melirik an tertawa kecil. Ratu bergerak memegang tangan lalu mengusapnya. Dia berusaha menenangkan amarah sang raja, beberapa detik kemudian seisi alun-alun istana terlihat hening.


...----------------...

__ADS_1


Di dalam kamar kebesaran, putri baru saja memilih gaun terindah yang akan dia kenakan untuk bertemu raja Permadi. Di depan cermin dia membalikkan tubuh sesekali merapikan bentuk baju dan tatanan rambutnya. Dayang pendampingnya menghampiri dan berlutut di depannya.


“Hamba menghadap putri mahkota, hari ini raja dan ratu Jati Jajar tidak mengijinkan putri untuk keluar istana” ucapnya.


“Apa maksud mu? Kalau begitu aku akan menemui raja dan ratu” kata sang putri.


Saat langkah putri berhenti di depan istana, dia melihat para algojo dan pengawal menghalanginya masuk. “Maafkan kami wahai putri, kami di perintahkan oleh raja agar tidak mengizinkan putri masuk jika sudah berada di depan aula. Kami akan mengantarkan putri kembali."


“Apa maksud dari semua ini? Cepat buka pintunya!” kata sang putri kepada para pengawal.


Tidak ada yang berani melaksanakan perintahnya, Semua dayang dan pengawal hanya menunduk ketakutan. Putri menarik pedang yang berada di pinggang salah satu sang pengawal. Saat dia mengayunkan pedang menuju rantai dan gembok. Salah satu jin menghalangi dengan menempatkan posisi berdiri membelakangi tepat di hadapan sang putri. Suara tebasan badan sang prajurit terdengar keras, putri tidak menyangka pengawal itu akan mengorbankan dirinya sendiri agar kandang Gangga tidak terbuka. Dia sekarat terjatuh di depan sang putri, darah mengalir menambah kesan mengerikan menyadari dirinya membunuh pengawalnya sendiri.

__ADS_1


“Pengawal cepat bawa dia ke tabib istana!” teriak putri Arska.


“Kenapa dia menghalangi aku untuk membuka kandang gangga? Kalian kenapa diam saja. Bawa pengawal pendampingku!” ucap putri lagi.


“Putri tenangkan diri mu. Pengawal pendamping mu telah melaksanakan tugas dari raja dengan baik, engkau tidak bersalah” ucap pengawal lainnya.


“Apa maksud semua ini!”


Putri berdiri di depan Gangga, dia bisa saja meminta hewan raksasa yang kuat dan gagah itu untuk memberontak merusak kandangnya. Akan tetapi, hewan penurut tersebut selalu menuruti dan menunggu semua perintah putri.


“Putri, hamba akan mengantar engkau kembali ke kamar” ucap dayang pendamping.

__ADS_1


Dengan terpaksa putri menuju kamar kebesarannya kembali, dia berjalan di ikuti para dayang dan pengawal lainnya dari belakang.


__ADS_2