
Kalimat tidak akan melepaskannya sudah dia dengar di dunia jin maupun dunia manusia. Lalu apakah yang di hadapannya kini adalah Raja Permadi di dunia manusia? Apa yang sebenarnya terjadi setelah dia terjatuh akibat di serang oleh paman sang Raja?
“Lepaskan aku! Semua orang memperhatikan kita!” ucap sang putri.
Pukulan demi pukulan yang mendarat di tubuh Astro tidak mengurungkan niat untuk terus menggendong wanita penuh amarah itu. Astro hanya membalas dengan senyuman dan terus berjalan sampai di keramaian orang-orang yang sibuk memasang lentera di sepanjang kolam. Astro menurunkan Maharani di dekat kolam dan meminta wanita itu tidak beranjak dari tempatnya.
“Tetap disini aku akan segera kembali” ucapnya berlari meninggalkan sang putri yang sudah memasang raut wajah masam.
Dengan situasi seperti ini dengan mudah dia bisa kabur dan kembali menuju air terjun untuk memenuhi jawaban panggilan cenayang Han. Tapi kaki sang putri seperti tertahan dan dirinya enggan beranjak meninggalkan tempat tersebut.
“Apa yang sudah aku pikirkan? Di hadapan ku bukanlah Raja Permadi, lelaki itu hanya kebetulan saja” gumam sang putri.
__ADS_1
Sang putri menatap sekitar dunia manusia yang asing dan cahaya lentera yang tidak seindah di dunia jin. Di mata sang putri, Lentera itu berukuran lebih kecil dengan wadah kolam yang airnya tidak mengalir. Akan tetapi waktu sang putri di dunia manusia terhenti dan kembali menuju alam jin bersama ingatan yang akan terhapus. Perlahan tubuhnya menghilang di awali dengan jemari yang samar. Dia meninggalkan gelang giok berwarna hitam dengan mata giok hijau di tengah-tengahnya. Ketika Astro kembali, Maharani sudah tidak ada disana. Hanya gelang yang terjatuh di atas tanah di dekat kolam lentera.
“Maharani…”
...----------------...
Dunia jin kembali stabil dan semua berpindah tempat tanpa ada yang menyadari. Begitu pula cangkang lembah sungai jin yang kembali tertutup rapat. Namun, sang cenayang Han tidak mengetahui bahwa Raja Permadi hanya meminum setengah ramuan. Apakah waktu yang terbuang kemarin menjadi sia-sia? Setelah terus mencoba memperbaiki dan peran terkuat muara hijau untuk membantu tetap saja takdir tidak akan pernah bisa di rubah.
Hewan yang tidak lain pesuruh Raja Permadi, jin bersayap yang bisa berkomunikasi dengan binatang mengerahkan ratusan hewan tersebut ikut berperang.
Status Raja Permadi masih sama, perbedaan pada ingatan mengenal dan waktu yang pernah berlalu. Di dalam ruangan kebesaran, sang raja memakai baju zirah perang sedang melamun.
__ADS_1
“Bagian apa yang sudah aku lupakan?” gumam sang Raja mengetuk dagunya.
Kasim Jou memasuki ruangan dan mengabarkan kepada sang Raja bahwa Futon dan Huson menunggunya menuju kerajaan Jati Jajar.
“Ada apa paman? Bukankah perang akan di mulai ketika matahari terbit?” tanya sang Raja.
Huson melengos dan mengepalkan tangan. Sementara Futon berjalan mendekatinya dan membisikkan sesuatu.
“Raja, bagaimana engkau bisa menguasai seluruh lapisan dunia jin jika sikap mu seperti ini?” ucap Futon menarik pedang lalu mengayunkannya.
“Wahai keponakan kau lihat lah, cukup mengayun sekali saja maka musuh akan lenyap dalam seketika” tambahnya menyeringai melihat sang Raja.
__ADS_1