Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Keterlaluan di dekap raja


__ADS_3

Teruntuk tuan putri Arska.


Jadi untuk hari ini, jangan abaikan sapaan ku merebut segala dahaga rindu setelah mendekap mu sekali lagi. Aku tetap menunggu mu di lembah sungai jin dan danau teratai sekalipun sudah satu minggu engkau tidak menemui ku.


Jangan patahkan sayap ku, tolong jangan buat aku terlalu lama menunggu.


Serpihan surat kembali mengudara untuk tuan putri Arska. Beberapa periode dan masa berlalu berganti wajah jin tapi kehadirannya bagai sosok teman dan wajah lama yang sangat familiar. Putri tersenyum di sudut dinding menerima selembar daun raksasa yang di bawakan oleh Gangga lewat jendela istana.


“Raja! Sampai kapan kau berhenti menggoda ku?” gumam sang putri menyimpan surat cinta itu ke dalam kotak antik miliknya.


“Menghadap putri mahkota, hamba di perintahkan menyampaikan panggilan dari raja dan ratu agar putri segera hadir menuju ruang kebesaran raja” ucap dayang utama menunduk.


Tuan putri Arska pun pergi menuju ruangan kebesaran sang raja. Disana tampak raja dan ratu memasang wajah masam. Putri menghadap memberi hormat membungkukkan badan kepada keduanya.

__ADS_1


“Salam untuk ayah dan ibunda” ucapnya.


“Putri ku, lihat lah diri mu yang sudah terkena hipnotis raja jin bersayap musuh jati jajar. Aku tidak menyangka engkau bisa begitu dekat dengannya” ucap raja.


“Wahai putri mahkota penerus kerajaan jati jajar terakhir, sampai kapan pun kita tidak akan pernah berdamai dengan kerajaan Yaksa sekalipun mereka menyatakan perdamaian” kata sang ratu bangkit dari singgahsana mendekati sang putri.


Putri Arska hanya terdiam mendengarkan segala perkataan mereka. Dia hanya menunduk, enggan mengatakan kalimat membantah atau membenarkan semua yang di inginkan raja dan ratu.


“Kami berharap engkau mendengarkan perkataan kami untuk menjauhi raja jin bersayap itu. Dia adalah musuh perang yang nyata. Kemarin bala tentaranya sudah menyelinap dan hampir memenggal kepala panglima perang untuk menerobos pintu gerbang kerajaan” pinta sang raja sambil mengusap janggutnya.


Putri mengangguk, tanpa berpamitan bergerak melangkah keluar dari ruang kebesaran. Raja hendak memanggil putri, akan tetapi di tahan oleh sang ratu.


“Raja, putri Arska pasti akan mematuhi kita” ucap cang ratu tersenyum.

__ADS_1


Sore itu terasa kelabu, langut mendung di selimuti awan hitam menggulung alam jin. Putri menuju Gangga lalu tiba-tiba terlihat sang raja berdiri di sampingnya.


“Raja, apa yang kau lakukan disini? Kau bisa terbunuh dan mati secara mengenaskan. Raja dan ratu sepertinya tidak menyetujui hubungan kita.”


Sang puri berbalik haluan, raja menarik tangannya lalu membungkus tubuhnya dengan sepasang sayap raksasa.


“Sebentar saja, aku sangat merindukan mu” bisik raja Permadi.


Kira-kira beberapa detik kemudian, raja berubah wujud menjadi seekor angsa. Dia di giring oelh sang putri menuju danau yang berjarak beberapa kilometer dari luar istana. Para prajurit yang berjaga hanya memperhatikan sang putri berjalan di ikuti oleh dua ekor hewan.


Di tepi danau, dua jin masih saling bertatapan dengan wujud berbeda. Putri menyentuh sayap kiri angsa di sambut kepakan sebelah sayap lebih mendekat.


“Kita kan tetap bersama selamanya” ucap sang raja Yaksa.

__ADS_1


Rintik air mata putri jatuh semakin deras bernada senggugukan. “Putri, aku sangat mencintai mu” ucap raja lagi.


“Wahai raja Permadi yang kini menjadi kekasih ku. Bagaimana bisa aku bertahan menghadapi situasi sulit seperti ini?” kata putri Arska memeluk wujud angsa putih tersebut.


__ADS_2