
Tusukan di udara datang silih berganti. Musuh di balik selimut dunia ghaib
Duka dan lara tidak pernah usai namun putik sekuntum bunga yang berusaha mekar tidak semudah itu layu
Sepasang sayap raksasa mengepak memamerkan hati yang katanya sekuat besi dan baja. Kamu?
...💙💙💙...
Kesalahan fatal putri Helena memasuki hutan terlarang dan melakukan kerjasama dengan suku Taraya. Kini dia terjebak dan di kendalikan oleh sang kepala suku. Setelah kembali ke kerajaan, putri mengurung diri dan tidak mengijinkan siapapun memasuki kamarnya. Dia juga mengunci mulut para prajurit agar tidak membeberkan kepergiannya menuju hutan terlarang.
“Siapapun yang memberitahu kepada sang Raja maka akan aku penggal” ucapan sang putri yang kejam dan bengis membuat para prajurit tidak berani kepadanya.
Raja gurun memiliki tiga selir sepeninggal permaisuri yang melahirkan putri Helena. Dia juga memiliki sosok jin laki-laki dari selir pertama yaitu Ratu Sesa. Putri Helena sebagai pewaris putri Mahkota menjadi sosok peran yang paling dicemburui oleh para selir. Dia selalu mencari tau segala kegiatan putri Helena sampai pada hari ini rahasia kepergian ke hutan terlarang terdengar olehnya.
“Putri, Ratu Sesa ingin masuk ke ruangan anda” ucap pengawal yang berjaga di depan pintu.
__ADS_1
Putri Helena tidak memperdulikan kedatangan Ratu Sesa. Dia bersembunyi di balik selimut sambil menatap pergelangan tangannya yang bersimbol tengkorak.
“Cepat buka pintunya!” perintah Ratu Sesa.
Ruangan kamar kebesaran putri Helena begitu gelap dengan tirai berwarna hitam, lilin-lilin aroma terapi padam dan sekeliling terasa sangat dingin. Sekujur bulu kuduk sang Ratu berdiri merakan keanehan di dalamnya. Dia memegang tengkuk dan mengamati sekitar seperti ada yang melihatnya.
“Putri, apa yang terjadi dengan mu?” tanya sang Ratu.
Perlahan dia menarik selimut sang putri, terlihat wajah sang putri yang begitu pucat dengan tatapan kosong menatap Ratu Sesa. Rambut sang putri berubah kecoklatan, warna kulit sedikit gelap dan terus menerus melotot ke arah sang Ratu.
“Apakah engkau sakit setelah melakukan perjalanan rahasia? Aku mendengarnya” bisik Ratu Sesa.
“Bukan urusan mu karena itu tidak ada kaitannya dengan pangeran Danel”
Ratu Sesa meninggalkan kamar putri Helena, namun dia berhenti saat Ratu ketiga atau selir Rafa berdiri di depan pintu.
__ADS_1
“Sepertinya puri Helena tidak ingin di ganggu, untuk apa mengurusi anak seperti dia?” Ratu Sesa teramat kesal berlalu meninggalkan Ratu Rafa.
Sang Ratu Rafa hanya membalas dengan senyuman lalu memasuki kamar putri Helena. Meskipun sang putri hanya anak tiri, Ratu Rafa memiliki kepribadian yang penyayang. Dia menganggap putri Helena sebagai anak kandung dan selalu memperhatikannya meskipun di perlakukan tidak baik oleh sang putri.
Praghh… gelas pecah terlempar hampir mengenai sang Ratu. Para dayang terkejut tidak bisa melakukan apapun, bahkan sampai sebuah pedang mengarah ke leher sang Ratu Rafa.
“Pergi atau ku bunuh kau!” ucap sang putri.
Dayang istana menarik tubuh sang Ratu meminta dia untuk meninggalkan kamar kebesaran. Perkumpulan para selir di tepi kolam membahas masalah putri Helena, tiga selir Raja saling berhadapan di damping oleh para dayang.
“Jadi, apakah putri Helena benar-benar sudah ke hutan terlarang?” tanya Ratu Rafa mengerutkan dahi.
Ratu Sesa mengangguk, dia meraih secangkir teh lalu meneguknya.
“Ya, kita harus segera memberitahu ke Raja.”
__ADS_1