Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Skandal lipatan Gurun pasir


__ADS_3

Pada mulanya semua akan kembali di fase awal dan akhir. Hanya alur yang sedikit menarik di butuhkan sebagai hiasan pelipur segala lara di hati.


Sang Raja menoleh melihat putri Helena lalu dia mengusap janggutnya.


“Jika kalian mempunyai kecurigaan tanpa bukti kepada putri, sama saja kalian sedang melakukan pemberontakan karena telah memfitnah calon penerus kerajaan” ucap sang Raja.


Utusan Ratu Sesa berlutut di hadapan sang Raja. Dia adalah salah satu dayang yang bekerja di dapur istana.


“Ampun kan hamba wahai raja yang agung, hamba hanya mengatakan apa yang hamba lihat” ucap sang dayang berlutut.


“Cepat katakana kepada ku!”


“Hamba secara tidak sengaja melihat dayang pendamping putri yang baru memasuki kamar putri tidak kembali setelah berjam-jam lamanya."


Prangg..

__ADS_1


Suara guci raksasa pecah secara tiba-tiba. Hujan deras dan petir sangat keras membuat pertemuan di hari itu di selesaikan dengan segera.


“Raja memerintahkan bahwa pertemuan akan di lanjukkan esok hari” ucap sosok punggawa membubarkan seisi ruangan.


...----------------...


Di sela keributan yang belum larut terpecahkan dengan kejutan dari ratu Rafa. Dia meminta sang Kasim untuk menyampaikan kepada sang Raja. Suatu kabar yang mengejutkan, sebelumnya belum ada yang mengetahui hal ini. Raja masih duduk di Aula kerajaan, dia memikirkan sikap putri Helena. Tersadar akan gerak gerik sang putri yang semakin berbeda. Kasim sudah berdiri di hadapan seraya memberi hormat. Tapi sang raja tetap enggan menoleh dengan pandangan mengarah ke sisi lain. Setelah sekian lama dia berlutut perlahan mengucapkan penyampaian tentang sang Ratu Rafa.


"Memberi hormat kepada yang mulia, Ratu Rafa menyampaikan kabar kehamilannya. Selamat kepada penerus kerajaan" ucap sang Kasim kembali berlutut.


Raja menoleh, dia menghampiri sang Kasim lalu mendekatinya.


"Benar yang mulia, ratu Rafa meminta hamba untuk menyampaikan kepada yang mulia"


Mendengar perkataan sang Kasim, raja berlari menuju ruangan ratu Rafa. Pada dayang, Kasim dan pengawal berlari mengikuti langkah cepat sang raja.

__ADS_1


"Raja tiba di ruangan Ratu Rafa.." ucap para dayang membukakan pintu.


Ratu Rafa duduk di atas ranjang tersenyum melihat sang Raja yang langsung memeluk tubuhnya.


"Ratuku, apakah engkau sedang mengandung anak kita?" Raja mengusap perut Ratu Rafa dengan lembut.


"Pangeran kecil kita" jawab Ratu Rafa.


para sosok jin mata-mata dari Ratu Sesa yang di tugaskan melihat kondisi dan mencari tau kabar di istana gurun. Mereka mengetahui kabar kehamilan sang Ratu Rafa. Di ruang kebesaran, Ratu Sesa gelisah menggigit bibirnya. Dia sangat khawatir jika posisinya akan tergeser dengan kehadiran sang pangeran.


"Ini bisa jadi masalah di hidup ku, awal kehancuran ku jika sang pangeran tumbuh besar menjadi penghalang untuk pangeran Danel! aku harus segera menyingkir lainnya!" gumam Ratu Sesa.


Sang ratu menuju dapur istana, dia mengutus jin pengikutnya agar mencampurkan racun ke dalam minuman ratu Rafa. Segala kebaikan dan sikap hangat Ratu Rafa kepada Ratu Sesa terbalaskan dengan kejahatan Ratu Sesa untuk membunuh janin yang ada di dalam kandungan nya.


"Sesa, tidak akan aku biarkan anak itu menjadi batu penghalang pangeran Danel untuk mendapatkan tahta kerajaan! Hahah..." ucap Ratu Sesa.

__ADS_1


Dia sudah tidak sabar menunggu pagi, sang ratu berencana akan membuang ratu Rafa dari istana ketika dia sudah sekarat.


..._The next episode_...


__ADS_2