Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Meredanya Kelabu


__ADS_3

Kami melewati sinar senja bersama, di hari yang sangat sulit ini. Bahkan jika haru terpisah lagi, tidak ada rasa kekecewaan yang mendalam bahwa kami pernah bersama untuk saling mencintai. Lirik sajak yang menggebu sedang di rangkai dalam bait dua jin yang saling bertahan untuk bersatu.


Raja Permadi tidak berhasil menusuk pedang milik putri Arska ke tubuh raja jin telaga hitam. Karena kekuatan yang di miliki oleh raja jin telaga hitam itu sangat hebat, mengakibatkan pedang itu berbalik arah menuju dada bagian kanan raja Permadi. Tusukan pedang ke tubuhnya membuat sang putri secepatnya bangkit lalu mencabut paksa pedang tersebut. Kini tanpa sengaja, darah sang putri yang berada di dalam pedangnya itu melukai tubuh sang raja.


Putri mencari air untuk membasuh bekas darah sang raja yang mengenai pedangnya itu. Kekuatan sinar hijau menghilang dan pedang itu berubah menjadi menghitam.


“Apa yang harus aku lakukan?” gumam sang putri.


Tanpa berputus asa, putri merelakan pergelangan tangannya untuk di sayat untuk melumuri darahnya di pedangnya, dengan berharap pedang itu bisa memiliki kekuatan melawan jin telaga hitam yang kini seutuhnya menjadi sosok iblis. Dengan keajaiban yang masih berpihak kepadanya maka pedang itu kembali bersinar seolah memberikan kekuatan kepada sang putri untuk membantunya bertarung.


“Putri, engkau telah menerima kekuatan yang begitu besar. Di dalam pedang ini telah melayang ribuan jin dan salah satunya telah tertanda tetesan darah raja yang terikat reinkarnasi dengan mu. Engkau harus memilih di suatu masa saat waktunya tiba nanti. Kehidupan mu atau kepergian raja jin Yaksa” gema suara cenayang Karang di udara.

__ADS_1


“Berikan aku kekuatan yang besar dan biarkan aku yang pergi jika sudah tiba masanya nanti” ucap sang putri.


“Takdir langit” gema suara cenayang Karang.


Putri pun melompat dan menyerang raja jin telaga hitam.


Dengan sekali tebasan, kaki sang raja itu pun berhasil dia potong bersama anggota tubuh lainnya. Asap hitam dan api keluar dari tubuhnya, begitu juga ular piton yang hangus dan mati berubah menjadi debu.


Raja Permadi hanya terdiam terperangah menyaksikan hal tersebut. Tubuhnya sangat lemah sehingga tidak bisa bergerak atau bangkit, panglima perang dan pengawalnya mendekati sang raja dan membantunya untuk berdiri.


“Raja, biar kami saja yang membantu putri Jati jajar” ucap panglima perang.

__ADS_1


“Apa? Kami? Aku tidak mau di bunuh oleh sang putri. Lihatlah wajahnya hari ini sangat beraura menyeramkan” ucap sang pengawal pendamping raja.


Raja Permadi melotot melihat sang pengawal, dia sebenarnya juga iku merasakan hal lain yang sama. Akan perbedaan yang sangat jauh tentang tatapan dan aura sang putri. Tapi tetap saja, tidak ada yang boleh mengatakan hal aneh atau buruk apapun terhadap ratu yang bertahta di hatinya.


“Ma_ma_maaf kan aku yang mulia!” seru pengawal pendamping sambil berlutut.


Karena raja iblis telaga hitam sudah memasuki raja jin telaga hitam dan bersatu di dalam tubuhnya itu, walau anggota tubuh sudah terpotong sekalipun tetap tidak bisa melenyapkannya. Putri mengincar bagian jantung sang raja, hantaman dan pukulan sampai ketiga kalinya sang putri mengeluarkan muntahan darah akibat pukulan yang dia terima.


“Raja, putri sudah sekarat. Kami harus bertindak” ucap panglima perang.


Sebelum sang panglima menyerang, dia sudah melayang terkena hembusan dari sang iblis. Sang panglima terbanting dan tidak sadarkan diri. Putri Arska mengusap darah yang keluar itu pada pedangnya lagi. Raja Permadi terbang membawa sang putri untuk mengarahkan pedang pada jantung sang raja iblis.

__ADS_1


__ADS_2