Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Racun belum menghilang


__ADS_3

Semua masih terasa sulit dan membingungkan. Setelah alur pertemuan ini aku hanya berharap kebenaran untuk bersama atau perpisahan selamanya.


Aku masih di hadapan mu, merangkai lembaran baru. Meremang dahaga putaran yang belum menjawab tanda perdamaian diantara dua kerajaan kita. Berseteru dan melayangkan butiran rindu. Mencoba mengenal hati mu dan menyatukan kristal yang sudah aku banting beberapa abad lalu. Lantas dengan mudah engkau menginginkan semua baik-baik saja. Batu dan terumbu karang di lautan dapat terkikis namun luka masih terasa dan menjadi trauma membayang di dalam awan hitam.


Mereka belum melepaskan pelukan dari garis semalam. Bahkan setelah semua penderitaan membuat keduanya saling menguatkan. Masih menjadi misteri mengapa para arwah hantu jin yang bergentayangan yang ingin merasuki salah satu dari mereka tidak bisa menembus paksa badan kasar jin. Terlebih lagi pusat perhatian harum darah jin pewaris jati jajar membuat para makhluk halus ingin menyerbu darah bangsawan dan berusaha menyerap hawa murni.


Bisikan Raja kedua Yaksa di dalam dekapan panjang.


Aku mencintaimu


Dari berjuta kata yang sudah aku utarakan kemarin tidak menghapus satu rasa untuk mu

__ADS_1


Aku menginginkan mu


tetap disini membalas perasaan tulus ku


Aku ingin seluruh alam ghaib mendengar dan mengetahui cinta biru ku


Arska setia lah pada ku..


Kekuatan yang terpancar dari mata ghaib menembus sampai ke atas langit di angkasa. Segala macam cahaya yang beradu menjadi satu warna kilatan orange yang begitu menyilaukan mata. Sedangkan pemimpin suku Taraya yang masih terus saja mengirim mantra penghancur aliran darah kepada Raja Permadi. Namun tanpa di duga, suku ghaib terkuat itu mengalami kegagalan untuk yang pertama kali dalam penyerangan secara halus di dalam hutan gelap.


Mata memerah dan dalam Hitungan menit, dia mengeluarkan muntahan darah hitam kental begitu banyak sampai menggenangi seluruh kakinya.

__ADS_1


"Hu, ha.." deretan hentakan kaki jin suku Taraya lebih cepat mengelilingi kepala suku dan berusaha menstabilkan keseimbangan agar sang kepala suku tidak terjatuh.


Kakinya bergetar dan tongkat yang di pegang terbakar menjadi abu.


"Arggh! Jin yang mempunyai mata ghaib bersumber kekuatan bulan itu sudah menggagalkan rencana ku. Kita semua harus mengincar jantung nya untuk di persembahkan pada penguasa kegelapan!" teriak sang kepala suku membentangkan tangan.


Dia begitu ambisius untuk menjadi kan Raja Permadi menjadi alat penggerak menguasai kerajaan Yaksa dengan mengirim segala sihir di tubuhnya lalu menjadikan jantung pemilik mata ghaib bulan untuk kekuatan keabadian. Di atas lembah sungai jin kedua jin sedang berjuang untuk tetap tegak dan melawan rasa sakit yang menyerang.


"Wahai putri, Apakah kau akan meninggalkan ku? sebelah sayap ku perlahan melemah" lirih suara Raja Permadi masih mendekap tubuh putri Arska.


Kemudian dia menarik pergelangan tangan putri dan menghembus telapak tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, sekalipun dunia jin terbelah dan kekuatan ku memudar!" ucap Putri mempererat dekapannya.


Tubuh keras Raja jin bersayap terasa sangat dingin, dia menggigil sampai menggerakkan gigi. Kiriman sihir bereaksi pada tubuhnya, putri meraih kalung bintang yang melingkar di leher dan mempercepat gerakan menumpahkan di atas kepala Raja yang terlihat seperti ada asap sisa Bakaran yang menghanguskan sebagian rambutnya.


__ADS_2