Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Menepi


__ADS_3

Penguasa Yaksa itu begitu cemburu mendengar semua yang di katakan dalam teriakan pangeran Tranggala. Dia hampir menyerang jika sang putri tidak menghentikan. Berselang beberapa lama pangeran pergi bersama pasukan. Hujan masih belum reda, raja melupakan tubuh sang putri yang sudah basah kuyup. Wajah alami polos terkena air hujan, raja Permadi tidak berhenti menatap lalu menggendong kembali sang putri menuju kerajaan Jati Jajar.


"Putri ku sayang, engkau tidak akan aku biarkan tersiram air hujan yang tidak tau kapan berhentinya ini. Saat pertemuaan di waktu yang di tentukan, aku berharap engkau hanya menungguku di jendela ruangan kebesaran mu" ucap sang raja.


Kira-kira beberapa jarak dari istana Jati Jajar, raja memindahkan sang putri ke tubuh Gangga yang mengikuti mereka dari belakang. Raja mengusap rambut sang putri lalu melihat sang putri bersama gangga sampai masuk ke istana.


Ratu Jati Jajar memerintahkan dayang pendampingnya untuk memanggil putri Arska. Hal itu membuat dayang pendamping putri Arska mati ketakutan karena dari tadi sang putri belum kembali. Langkah dayang ratu mendekati pintu lalu mengetuk, dayang pendamping berlari naik ke atas ranjang putri Arska lalu menutup dirinya dengan selimut.


"Mati lah aku..." gumamnya keringat dingin.

__ADS_1


Tok, tok (Dayang ratu mengetuk pintu berkali-kali).


"Wahai putri, hamba adalah dayang ratu, yang mulia memanggil putri untuk menghadap" ucapnya dari luar.


"Aku rasa riwayat ku akan segera tamat!" ucap dayang putri. Dayang ratu membuka pintu kamar kebesaran putri lalu melihat sang putri di atas ranjang. Dayang pendamping ratu tidak berani membangunkannya lalu menemui sang ratu mengatkan bahwa sang putri sedang tertidur pulas. "Baiklah, bangunkan putri sebentar lagi" ucap ratu menuju dapur istana.


Di dapur istana, ratu berniat membuatkan makanan sepsial untuk raja. Namun para dayang menahannya, semua dayang dan koki berlutut agar sang ratu tidak melakukan perkerjaan di dapur. Sampai seketika sang raja yang mendengar dari kasim bahwa ratu berada di dapur istana langsung berlari menghampiri sang ratu.


"Ratu ku, apakah engkau lupa dengan apa yang dulu aku katakan? hati ku terasa sakit jika engkau melakukan pekerjaan sekalipun itu di dapur." Raja menarik tangan ratu meninggalkan dapur istana.

__ADS_1


Perlakuan raja kepada ratu membuat bisikan para dayang yang mengagumi sifat raja Jati Jajar. Ratu yang merelakan kehendak raja mengikuti kemauannya merasakan tangan raja Jati Jajar yang begitu erat menggenggamnya. Kesetiaan raja Jati Jajar yang tidak pernah berubah, dia tidak ingin atu berniat mencari ratu yang lain atau selir kerajaan. Rasa cinta sang raja begitu dalam berjanji menghabiskan hari tua bersama sang ratu.


"Ratu ku, aku sudah melihat perlakuan mu terlalu baik kepada pangeran Tranggala. Anak itu sudah berniat jahat. Aku hanya mengkhawatirkan keselamatan keluarga kita" ucap Raja.


"Raja, dia sudah mengakui kesalahannya. Beri dia satu kesempatan" ucap Ratu. "Baiklah, hanya kesempatan untuk memafkan tapi tidak untuk mendekati putri kita."


...----------------...


Putri tiba bersama Gangga di istana, dia masuk dari jendela lalu secepatnya mengeringkan diri. Dayang pendampingnya yang melihat sang putr kembali, bergegas membantu sang putri.

__ADS_1


"Putri, aku pikir akan mati hari ini. Yang mulia ratu mencari engkau dengan mengutus dayang pendampingnya. Maafkan aku yang telah lancang naik ke atas ranjang mu berpura-pura menjadi putri" dayang pendampinya membungkuk.


__ADS_2