Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kembali di dunia jin yang sama


__ADS_3

Sekali lagi aku kembali dalam keadaan hampa, mencari mu menyebrangi alam lain berharap takdir akan berpihak. Menjaga cinta tanpa di sela kegelisahan ku merindukan mu.


-Untuk putri Jati Jajar-


Langit jin bergetar, air mata putri Arska tumpah. Dia tidak bisa mengingat semuanya tapi rasa sakit masih menggerogoti hati. Dia teramat memikirkan raja Permadi, kemarin sisa luka akibat pertempuran menyita harapan yang sirna. Mantra cenayang Han dari kekuatan cenayang Karang mulai bekerja. Raja Permadi terseret ke alam jin, tarikan kuat memutar waktu mengakibatkan benturan tubuh begitu keras.


“Arghh…” teriak raja.


Suara tabu gendang dan tiupan shofar menggema di bagian wilayah kerajaan Yaksa. Upacara penyematan pengganti Raja Yaksa terakhir. Mimbar sudah terisi para petinggi pejabat kerajaan, kain merah, bendera lambang kerajaan dan seluruh penghuni istana berbaris di halaman. Upacara penyematan ini melibatkan seorang dukun aliran ilmu hitam untuk mengabarkan pada langit. Beberapa kasim tertua berbisik akan hal bencana yang akan menimpa kerajaan Yaksa jika mereka melanggar peraturan alam.


“Jasad raja Permadi belum di temukan dan masa kepergian sang Raja yang menghilang belum genap seratus hari” bisik para kasim pendamping raja.

__ADS_1


Asap dupa, kain hitam, gong beserta tari-tarian persembahan. Seorang dukun melakukan ritual. Tiba-tiba langit menjadi gelap, gumpalan awan menyebar luas di atas langit. “Langit murka!” ucap salah satu kasim.


Kuat suara gong, iringan suara ritual dan tarian di bawah rintik hujan. Ibu suri dari kejauhan melihat sosok cenayang Karang, Wanita yang pernah dia bunuh secara sadis. Dia terkejut menghentakkan tubuh, mahkota dan hiasan di atas kepalanya hampir terjatuh.


“Ibu suri, apakah engkau baik-baik saja?” tanya Huson.


“Kau lihat, di dekat pintu gerbang sana? Arwah Wanita gila itu terus menghantui ku!”


Angin kencang menerbangkan pucuk daun muda bahkan serpihan kelopak bunga dari pohon bunga alyssum biru dari kerajaan jati jajar terbang menghujani Langkah sosok yang berjalan di balik kerumunan prajurit. “Siapa yang berjalan di dekat hantu itu?” tanya ibu suri.


“Aku akan meminta para prajurit membentuk formasi membuka jalan agar kita dengan mudah melihat” ujar Huson.

__ADS_1


Semua jin tercengang melihat kehadiran raja Permadi, wajah pucat, mata cekung, penampilan berantakan. Dia menyeret sayap raksasa dan memegang sebuah pedang miliknya menggesek ke tanah. Seketika ritual berhenti, semua prajurit menunduk beserta para dayang dan kasim. Sedangkan para pejabat yang sudah mematuhi segala perintah ibu suri tidak memberikan hormat kepada Raja Permadi, mereka hanya melipat kedua tangan di depan dada.


“Jangan hentikan upacara ini! Percepat ritualnya!” bentak Huson menarik pedang dari salah satu algojo yang mendampingi.


“Ibu suri, biarkan aku memberi pelajaran kepadanya” ucap Huson.


Setengah tubuh raja Permadi berdarah, tenaga belum Kembali namun harus melawan serangan Huson. Dia menyerang sang raja sampai ujung sayapnya terluka. Amarah raja Permadi memuncak terpaksa harus mengeluarkan tenaga dalam untuk melawan sang paman. Dia mengepak sayap membentang mengakibatkan angin kencang menyapu apapun di sekitar. Sayap raja menyapu peralatan ritual dukun, dia melempar sang dukun sampai keluar gerbang istana.


“Raja Permadi apa yang sudah kau lakukan?” ibu suri mendekatinya.


Akan tetapi raja tidak memperdulikan lalu melanjutkan penyerangan ke Huson. Ayunan pedang Huson mengenai tangannya sendiri.

__ADS_1


“Arghh…”


__ADS_2