
Pemanggilan sinyal meriam dari sang putri adalah pembatalan rencana membunuh ibu suri. Pengawal kembali bertugas sebagai penjaga sang putri dari kejauhan sedangkan panglima kembali menjaga perbatasan wilayah Jati jajar. Rasa bingung sang pengawal pendamping itu terjawab ketika menyaksikan kemesraan Putri dan raja di kolam teratai.
“Bagaimana aku mengetahui raja bersayap itu benar-benar tulus kepada putri? Bisa saja itu adalah suatu jebakan yang di layangkan untuk menundukkan kedua kerajaan ini. Aku tidak mau putri menjadi celaka” gumam sang pengawal pendamping.
Gerakan mata sang pengawal tertuju pada dua jin yang menunggangi kuda hitam memasuki halaman istana secara sembunyi-sembunyi. Dia pun mengikuti keduanya memasuki lorong rahasia di kerajaan Yaksa secara sembunyi-sembunyi. Pertemuan rahasia dua pejabat Jati jajar kepada perdana menteri daerah, dia mengamati setiap gerakan mereka dari balik ruangan lainnya. Perdana menteri itu menerima simbol Jati jajar dari tangan salah punggawa kekaisaran. Ketika sang pengawal akan meninggalkan tempat itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan senjata yang tergantung di dinding.
Brugh.
“Gawat!” gumam sang pengawal.
__ADS_1
“Sepertinya ada mata-mata! Cepat kita kejar dia!” ucap perdana menteri.
Pengawal pendamping putri di serang oleh merek bertiga, kakinya terkena sayatan dari punggawa kaisar. Saat mereka sudah berhasil melumpuhkan sang pengawal, tiba-tiba dayang pita hijau memergoki mereka lalu berlari keluar istana sambil berteriak. Punggawa dan menteri pertahanan terpaksa melarikan diri dengan melompat ke atas atas di ikuti oleh pejabat daerah. Para prajurit Yaksa mengikuti arah dayang pita hijau memasuki ruangan rahasia istana. Mereka membawa pengawal pendamping putri itu berdiri lalu membawanya menghadap raja dan putri yang masih berada di kolam teratai.
“Pengawal, apa yang terjadi pada mu? Kenapa sekujur tubuh mu penuh luka?” tanya putri.
Pengawal menyembunyikan kebenaran agar raja Yaksa nyawa sang putri tidak terancam. Meski para prajurit Yaksa masih memandangnya dengan rasa curiga.
“Tidak, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Dua jin yang mirip di istana Jati jajar. Dua jin Jati jajar dan satu jin yang pernah aku temui disini! Pengawal, apakah kau buta? Mereka hampir membunuh mu!” ucap dayang pita hijau.
__ADS_1
Raja Permadi mengerutkan dahi, dia ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya. Tapi dia menoleh lagi ke arah putri yang tampak gelisah.
“Putri, jangan cemas. Aku akan menyelidiki masalah ini” ucap raja Permadi.
“Pengawal, cepat katakana yang sebenarnya atau aku tidak akan mengampuni mu!” kata sang putri.
Pengawal pendampingnya berlutut lalu meletakkan pedang di atas tanah dan berkata; “Putri aku tidak mengenal mereka bertiga, mohon percayalah pada ku. Bukan kah dayang pita hijau baru bekerja beberapa hari di istana, dia pasti masih bingung dan keliru memperhatikan wajah jin di istana.”
Setelah mendengarkan pernyataan dari pengawal pendamping putri, dia di bawa oleh para dayang Yaksa menuju ke ruangan tabib istana. Sore ini putri memutuskan untuk meninggalkan kerajaan Yaksa, tapi nampaknya raja ijin bersayap itu menahan sang putri dengan memintanya menikmati hidangan penutup yang di sajikan alun-alun istana.
__ADS_1
“Raja, engkau tidak bisa menahan ku lebih lama disini. Aku harus menyelesaikan urusan istana Telaga Hitam dan Jati Jajar” ucap putri melepaskan sayap raksasa raja Permadi yang membungkus tubuhnya.