Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Memilukan


__ADS_3

...Your departure left me grief...


...I am reeling in my yearnings...


...Regretting time...


...Why did not said I love you...


...A millions times a days...

__ADS_1


...💙💙💙...


Hitung mundur lagi hari ini, semua tidak akan lagi sama. Duka masih singgah dan tanda langit mendung tetap akan menurunkan hujan. Bisikan kabar kelopak cangkang yang terbuka mengabarkan tanda biru akan dua keping hati selalu berusaha menyatu. Masih tidak terima dengan waktu dan terus mencoba saling mencari dan menemukan. Menjalani hari yang sulit, menapaki hari dalam kesendirian tidak pula membuat jera.


Tidak ada yang menyadari permainan takdir di antara keduanya. Sekalipun sang putri berada di dunia manusia, sebenarnya dia memang sudah menjalani kehidupan lain dan bereinkarnasi dari sosok Maharani. Begitu pula Raja Permadi di dunia jin yang tidak sadar sudah di dunia manusia namun menjalani waktu di alam jin. Ini adalah selebaran dari isi buku yang sudah terbuang yang pernah di temukan oleh Maharani dari perpustakaan di alam Manusia.


“Han!” teriak salah satu cenayang lalu tidak sadarkan diri.


Para cenayang yang tinggal di pura sangat mengetahui kekuatan Han sangat sakti sepeninggal cenayang karang. Akan tetapi tidak ada yang mengetahui bahwa kekuatan terbesar itu dari cenayang Karang yang telah tiada.

__ADS_1


“Wahai raja, pura hijau adalah pusara penghubung kolam keabadian titik tumpu ikatan cangkang lembah sungai jin. Aku harus segera menyelamatkan masa depan pura hijau agar keseimbangan alam jin seimbang antara ilmu hitam dan putih. Raja ini adalah ramuan untuk mengembalikan waktu dari masa kini dan lalu di ambil dari kekuatan kegelapan gerhana bulan. Campuran dua ilmu yang bertentangan yang membawa kebaikan dan keburukan ” ucap cenayang Han meniup kekuatan Karang untuk melepaskan rantai dari kaki Gangga.


Air yang di kelilingi asap hijau yang mengepul. Raja masih ragu untuk meminumnya, di bertanya lagi untuk meyakinkan diri meminum air yang terlihat tidak bersahabat.


“Wahai cenayang coba engkau jelaskan efek dari ramuan ini”


“Setelah gerhana bulan selesai, sang putri akan tertarik kembali ke alam jin. Tapi dia akan kehilangan ingatannya. Diantara kalian tidak ada yang boleh mengingat masa kini dan lalu karena itu akan menjadi bencana. Raja, waktu mu tidak banyak!" Kata cenayang Han membalikkan tubuh menolong kepala pura yang sudah kehabisan seluruh tenaga dalam.


Dengan meminum ramuan itu, lantas apakah engkau benar-benar melupakan segalanya? Cinta biru yang pernah kita ukir di lembah sungai jin. Tapi jika semua itu di tebus dengan kehadiran mu lagi di alam jin maka semua akan aku lakukan. Sekalipun engkau melupakan siapa kau dan tidak mengenaliku sama sekali. Perasaan ini tidak akan pernah berubah dan akan tetap selamanya menenggelamkan seluruh jiwa ku hanya untuk mu. Kesendirian menunggu, setelah hari ini akan kita ulang dari awal lagi mendapatkan hati mu.

__ADS_1


__ADS_2