Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Ku meragu


__ADS_3

Pertemuan dan perpisahan pasti terjadi. Semua menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Hati yang tulus kekal abadi sekalipun terpisah ruang dan waktu di dua bumi yang belum merampungkan kalimat menyatu. Batas ketentuan bersama cukup saja di ikat dengan seuntai do'a terindah. Sosok jin bersayap itu keterlaluan mempermainkan waktu sang putri yang di wajibkan untuk di milikinya. Bagaimana lagi mengatakan cinta sedang arahnya masih berliku. Sesekali menggulir relung jiwa melemah di rampas kecepatan detik di Alam jin. Setelah menerima dan membaca surat ini, sang putri hanya menghela nafasnya.


Selipan surat dari Raja Permadi di reinkarnasi Astro di masa depan:


Semilir angin di malam ini terasa dingin


Gejolak rasa cinta memendam asmara


Sejuta pertanyaan akan kehadiran mu putri Arska


Cinta biru ini begitu kuat dan suci


Mengakui kekalahan ku dalam mencintai


Hasrat yang terasa begitu lemah tidak berdaya


Tapi aku kan terus berjuang menuju mu


Mengepakkan sayap tanpa lelah hanya untuk mu

__ADS_1


Apakabar putri Arska?


Aku disini selalu merindu mu


Apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ku?


Ku ingin membawa seluruh anggota keluarga untuk melamar mu


Sungguh aku tidak ingin berakhir dengan kesedihan


Duhai putri Arska kita kan bersama


Meniti hidup baru bahagia


Raja Permadi selalu saja melambungkan kata-kata romantis perayu berusaha mencuri seutuhnya hati milik sang putri Arska. Dia tidak pernah berhenti mengepakkan sayap mengudara menggenggam tangannya. Tapi, putri Arska masih tetap meragu bahkan sampai kini beberapa suku kata itu belum lepas dari ucapan. Selalu saja kebimbangan merayap memaksa agar berpaling dan berjaga jarak.


...----------------...


Mengenai usaha pembunuhan kepada putri Arska. Banyak cara yang di tempuh akan tetapi takdir belum mengizinkan sang putri untuk menutup mata selamanya. Sekalipun setiap hari dia menderita seakan menjadi buronan para musuh.

__ADS_1


Ratu Jati Jajar tetap menolak pemberian benda tersebut. Namun sosok jin yang berpenampilan dayang di depannya terus memaksa sambil menggenggam tangan sang Ratu. Kalung batu hijau ghaib kepunyaan Ratu Harun yang di wariskan oleh leluhurnya secara turun temurun. Penangkal ilmu sihir bagi siapapun yang memakainya. Sang Ratu Jati Jajar memeluk lalu tidak terasa air mata menetes membanjiri wajah lalu Ratu Harun memberikan sapu tangan.


“Wahai Ratu Jati Jajar aku tidak akan mengabaikan segala budi baik mu yang menolong ku dari pengejaran para prajurit Ratu Sesa”


Sosok dayang menghampiri Ratu Jajar, dia membungkuk seraya memberikan penghormatan.


“Menghadap Ratu menyampaikan bahwa tuan putri Arska sudah sadar” ucap sesosok dayang.


Ratu tersenyum dia mengajak Ratu Harun untuk ikut melihat keadaan sang putri.


Di kamar kebesaran Ratu mengusap wajah sang putri lalu memeluknya dia melingak-linguk memastikan apakah ada bagian tubuh yang terasa sakit.


“Putri beritahu ibunda bagian mana yang masih sakit? Bagaiman dengan bagian bekas luka bakar di kaki mu?”


“Ibunda jangan khawatir, ananda sudah baik-baik saja”


Putri menoleh ke arah sosok jin wanita yang sedang berdiri di dekat Ratu Jati Jajar. Tatapan yang lembut dengan aura berwarna hijau di tubuhnya.


“Wajahnya tidak asing bagiku dan terasa memiliki kekuatan aura hijau” gumam sang putri.

__ADS_1


Mata menyorot ketetapan yang tajam tersenyum lalu melambaikan tangannya.


“Syukurlah engkau baik-baik saja. Putri ayo beri salam kepada dayang pendamping Runa sahabat ibunda” ucap sang Ratu.


__ADS_2