Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Lautan resah


__ADS_3

Menanyakan lagi lembar ghaib yang masih kurang untuk di isi


Senyap sudah menutup paksa tergelincir tidak tepat waktu di laksanakan tanpa kesengajaan hati


melihat pada bagian sisi kanan tebing pada bagian atas, ada tumbuhan langka membuat sang Raja mengumpulkan sisa kekuatan untuk melompat meraih tumbuhan tersebut. Lompatan menuju tumbuhan langka itu berhasil menarik akar yang kuat. Setelah sang raja menggenggamnya, dia terjatuh dari atas tebing raksasa yang tinggi.


“Argghh…”


...----------------...


“Raja.. Raja Permadi” putri Arska berkali-kali menyebut nama sang Raja Yaksa.

__ADS_1


Dia terlalu sulit membuka mata, segala rasa sakit masih menjalar di tubuhnya. Utusan putri Helena masih melayangkan senjata ke arah sang putri, panglima utusan Raja Permadi menyerang prajurit itu untuk melindungi putri Arska. Sinar bulan purnama darah masih menyinari langit jin, putri Helena lebih menguasai kekuatan darah ingin menghancurkan kerajaan Jati jajar dan putri Arska dengan menggerakkan para pasukan utusannya sebagai boneka.


Pertempuran di bantu oleh rombongan hewan bersayap, malam berdarah disertai aungan lolongan serigala dan suara tebasan pedang membunuh jin. Tidak ada hentinya bala bantuan hewan bersayap membantu pasukan kerajaan jati jajar. Para pasukan Jati jajar sudah melemah, banyak darah berjatuhan dalam istana. Takdir dan nasib kerajaan yang selalu di bantai itu tetap terselamatkan, bulan purnama darah kini tertutup oleh gelapnya malam. Sihir dan mantra darah yang di gunakan oleh putri Helena menghilang dan sirna. Para pasukan utusan putri Helena kehilangan kekuatan supernya, mereka mundur dan meninggalkan kerajaan. Sebagian dari mereka tertangkap dan terbunuh oleh hewan bersayap.


“Menang, hidup Jati jajar!’ sorak kegembiraan para pasukan di tengah tubuh mereka yang terluka.


...----------------...


Putri Helena murka akan kegagalan untuk membunuh putri Arska. Di mengumpulkan kekuatan membakar pintu besi lalu menerobos keluar istana. Hari ini dia akan membunuh sang putri dengan tangannya sendiri. Pengawal pribadi berlutut di hadapannya. Dahinya retak berdarah setelah pertemuan.


Kedua tangan putri Helena mengeluarkan api yang membara. Namun dia memikirkan ulang akan perkataan dari sang pengawal. Putri Helena masuk kembali ke menara memikirkan lagi strategi untuk membunuh putri Arska.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan putri Arska?" tanya Ratu Harun kepada urusannya.


"Sang putri masih tidak sadarkan diri dan menurut kabar, kerajaan di yang di serang oleh pasukan putri Helena terselamatkan oleh para hewan bersayap" jawabnya.


"Lalu, apakah engkau mendengar sang putri terkena sihir hitam?" tanya Ratu lagi melihat sang pengawal.


""Sampai saat ini hamba belum mendengar hal itu wahai putri"


Mendengar hal itu, Ratu tersenyum mengangguk.


"kekuasaan ghaib telah nyata adanya.." gumam Ratu Harun tersenyum.

__ADS_1


Waktu berputar, pagi menjelang dengan hari baru berharap semua berjalan dengan baik. Setelah kerajaan kembali damai, panglima merasa was-was akan kondisi putri Arska. Raja Permadi belum juga kembali dari tebing tinggi raksasa Utara.


Para tabib menyampaikan kepadanya akan kabar putri semakin memburuk. Panglima perang mengumpulkan semua punggawa, pengawal dan para pasukan di halaman istana. Pembicaraan yang menyangkut penyerangan pasukan gurun dan penculikan putri Arska. Semua saling memandang lalu menyampaikan keluhan akan kesiapan mendapatkan hukuman dari Raja Jati Jajar jika mengetahui hal tersebut.


__ADS_2