Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Isi gulungan yang sama


__ADS_3

Wajah sang dayang yang sudah kusut menunggu selama seharian itu tetap dengan sabar mengikuti langkah sang putri.


“Dayang, engkau tampak lelah segera beristirahatlah. Tapi dari siapa gulungan ini?” tanya sang putri memperhatikan pita biru muda yang beraroma harum itu.


Harum semerbak bunga mawar menusuk hidung sang putri. Dia memperhatikan tidak ada hal yang mencurigakan atau membahayakan dari benda itu.


“Saya mendapatkannya dari ruangan putri” ucap sang dayang.


“Cukup sampai disini saja pekerjaan kalian semua hari ini, para dayang dan pengawal beristirahatlah”


“Terimakasih putri”


Di kamar dia menarik ikatan pita dan membuka gulungan kertas yang di dalamnya ada selembar daun berukuran besar. Dia membaca tulisan dengan seksama, coretan kata-kata pelebur segala rasa yang bisa menenggelamkan jiwa. Putri membuang daun itu dan mengingat kembali penyelamatan Raja di hari itu.


“Dia baik kepadaku untuk mendapatkan kepercayaan ku agar dia dengan mudah menghancurkan Jati jajar atau benar-benar ingin menyatakan perdamaian kepada ku?” gumam putri.


Seekor angsa putih terbang di dekat jendela kamarnya, putri menghampiri berusaha menangkap hewan tersebut.


“Putri, ini aku Raja Permadi” ucap sang raja bersusah payah mengepakkan sayap karena kamar putri Arska terlalu tinggi.

__ADS_1


“Apa? Kenapa engkau berubah menjadi seekor angsa?” tanya putri berbisik.


“Putri, apakah engkau membutuhkan sesuatu?” ucap dayang utama dari luar kamar.


“Sebentar lagi masuk lah ke kamar ku.”


“Putri temui aku sekarang di lembah sungai jin”


Sedikit lagi Raja di lihat oleh pengawal istana jika putri Arska tidak mengalihkan pandangan dengan melemparkan beberapa benda di arah luar kamar.


“Apa yang terjadi putri?”


Dia hanya meminta kepala dayang utama yang memasuki kamar. Dia memberikan misi kepada kepala dayang untuk menjadi pengikutnya yang setia.


“Dayang kau harus mengikuti perintahku, kau harus tetap di kamar sebelum aku kembali” ucap sang putri meraih jubah merah lalu memanggil Gangga dari jendela.


“Putri, aku telah pasrah jika sang Raja akan memenggal ku hari ini” jawabnya mengiringi gerakan putri melompat menaiki punggung Gangga dari jendela.


Mencoba belajar percaya pada musuh setelah di selamatkan. Putri menuju lembah sungai jin bersama Gangga memenuhi undangan Raja Permadi. Dia tidak meletakkan rasa kepada raja itu, hanya saja dia ingin menanyakan isi dari surat yang dia terima. Ganggu mendarat di tepi sungai, sang putri memperhatikan perubahan tubuh sang Raja yang berubah seperti semula dengan sayap raksasanya.

__ADS_1


“Apakah seekor angsa adalah wujud asli mu wahai jin penguasa Yaksa?” tanya putri penasaran.


“Tidak, aku bisa berubah menyerupai segala jenis wujud hewan.Wahai putri, aku menanyakan balasan dari surat ku untuk mu” ucap Raja berjalan mendekatinya.


“Jangan mendekat, tetap berjarak satu meter dari tempat mu wahai raja yang agung”


“Apakah engkau berpikir aku akan membunuh mu?”


Putri Arska memikirkan ulang segala sikap sang Raja, dia memahami dan tau betul bahwa sosok Raja Permadi adalah lelaki sejati yang tidak mungkin menyerang musuh dari belakang. Hanya saja, putri masih sangat bingung dengan semua perlakuan Raja kepadanya.


Malam yang semakin larut, udara dingin berhembus menembus tubuh. Putri sedikit menggigil kedinginan. Ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada raja namun tiba-tiba membuyar saat bertemu dirinya. Raja berjalan mendekat dan membungkus tubuh sang putri dengan sayapnya. Putri Arska menghindar dan menarik nafas, dia menahan perasaan aneh yang timbul dan ingin menanyakan hal penting kepada sang raja.


“Jadi, katakana sejujurnya kenapa engkau bersikap baik kepada ku? Apa tujuan mu sebenarnya? Katakanlah”


“Putri, tatap aku. Apakah aku terlihat asing bagi mu?”


...----------------...


Assalamua’alaikum teman-teman, terimakasih sudah mampir ke lapak author. Jangan lupa tetap dukung dengan serpihan bunga 🌹, rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟, likes 👍🏻, komen, vote, favorit♥️& secangkir kopi hangat ☕. Salam persahabatan selalu.

__ADS_1


__ADS_2