Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Putri Arska menampar Raja Permadi


__ADS_3

Mereka meninggalkan raja dan melepaskan incaran yang di ingin kan sang putri. Tanpa di sangka Putri hadir di depan Raja Permadi. Dia bersama Gangga menuju lembah sungai jin untuk menemui Raja. Tapi pemandangan lain hadir membuat sang putri memasang wajah masam. Putri melihat Raja Permadi menggendong sosok jin perempuan yang tubuhnya basah kuyup. Tepat di hadapannya Raja Perayu yang berhasil menggoda dirinya itu berduaan dengan posisi yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Putri Arska menghampiri Raja, melayangkan sebuah tamparan tepat di pipi kanannya. Hal itu membuat sang Raja menurunkan sosok perempuan yang dari tadi dia gendong.


“Praghh..” suara tamparan sangat keras terdengar di tengah malam yang hening.


Tangan mungil itu berhasil memberikan jejak di wajah penguasa Yaksa. Hanya di yang berani melakukan hal itu. Sosok perempuan yang berada di dekat sang raja menarik ujung baju sang Raja lalu mendekatinya. Pandangan mata tidak selesai mencari-cari manik netra Raja yang tajam sangat dia kagumi. Menyukai Raja Permadi pada pandangan pertama. Dia menyalah artikan kebaikan sang Raja menjadi rasa suka tidak ingin menjauh.


“Wahai penolong ku, aku ucapkan terimakasih. Aku tidak akan melupakan kebaikan mu, tapi aku meminta engkau mengantarkan aku pulang. Rumah ku terlalu jauh dari sini” rengekan tanpa memperdulikan putri Arska.


Meskipun begitu, sosok jin yang terlalu menempel ke sang Raja tetap mengamati putri Arska. Penampilan putri yang memakai jubah merah, berambut lurus panjang dengan wajah putih bersama hiasan yang indah. Dia melirik dua kalung yang melingkar di leher sang putri, kalung giok berbentuk naga dan kalung bermata hijau. Tubuh raja Permadi seperti patung tidak bisa berkutik atau berkata apapun di depan sang putri. Bagaimana dia menjelaskan duduk perkara sebenarnya, dia melupakan satu hal akan selama beberapa menit tetap menggendong jin itu sekalipun utusan putri Helena telah pergi.


“Apakah engkau mengenal penolong ku? Lalu apa hubungan engkau dengannya?” tanya jin tersebut ke putri Arska.

__ADS_1


Sang putri tidak menjawab pertanyaan jin yang terlihat semakin menempel ke raja. Dia kembali naik ke tubuh Gangga beranjak terbang kembali pulang ke istana jati Jajar. Baginya, melayani perkataan sosok yang tidak di kenal itu tidaklah penting.


“Putri, tunggu!” ucap raja Permadi.


“Wahai jin bersayap yang kuat, jangan tinggalkan aku!” dia menarik dan merangkul tubuh sang raja.


Melihat hal itu sang putri menggerakkan gangga agar lebih cepat meninggalkan lembah sungai jin.


Raja meninggalkan sosok jin wanita yang dia tolong tadi. Baginya sekarang adalah waktu untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari kebencian putri Arska. Seolah nasi sudah jadi bubur, putri tidak memperdulikan raja yang menghalangi mereka untuk pergi.


Di udara putri berpikir ulang mengenai kejadian tadi, dia tidak mengerti mengapa bisa menampar raja Permadi. Seolah dia cemburu melihat mereka berdua. Dia melihat tangannya sendiri yang telah berhasil mendarat di wajah raja.

__ADS_1


“Putri! Tamparan mu ini adalah saksi engkau membalas cinta ku” gumam Raja Permadi mengejarnya.


Kepakan raja Permadi berhenti saat putri bersama gangga mencapai istana Jati jajar. Raja menjelma menjadi seekor angsa menerobos masuk gerbang istana jati jajar. Ketika pintu gerbang tertutup, panglima melihat seekor angsa yang masuk mengikuti putri.


“Panah angsa itu!” perintah panglima perang.


......................


Jangan lupa jejak komentar, like


sebanyak-banyaknya👍, vote, rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟🌟, setangkai bunga mawar🌹 dan secangkir kopi hangat☕. Terimakasih, berkah ya~

__ADS_1


__ADS_2