
Sampai pada batas ini, kita masih saling menguatkan. Tapi, kata penguat ini masih terbilang rapuh tanpa ada penopang dan janji yang nyata. Segala yang ada di alam semesta ini akan tiada, sekalipun dunia jin berserta isinya pasti terpisah.
Putri sudah melewati masa kritis, dia membuka mata dan langsung membersihkan diri di dalam kolam pemandian di balik ruangan kebesaran. Putri tidak seperti para putri atau bangsawan lain yang suka di mandikan atau di bersihkan tubuhnya secara terbuka. Dia memilih untuk melakukan semua hal itu sendiri, dayang pita hijau saat mengantarkan obat ke kamar dan tidak mendapati sang putri disana, dia langsung panik dan berlari mencari di sekitar ruangan. Kamar kebesaran sang putri yang cukup besar, terdapat bilik ruang hias, ruang ganti, ruang perpustakaan dan ruang kolam pemandian.
Beberapa dari sana sudah dia jelajahi, hanya ruang kolam pemandian yang tidak bisa dia buka. Dayang pita hijau menempelkan daun telinganya ke arah pintu.
Terdengar suara percikan air dan tercium harum aroma bunga sakura mawar putih yang merupakan wewangian khas kesukaan putri di dalam kolam air susu hangat.
__ADS_1
“Apakah putri sedang di dalam sana?” gumam sang dayang.
Dia mempercepat langkah untuk menyiapkan pakaian ganti sang putri, serta bebrapa kotak aksesoris di atas meja rias. Setelah beberapa jam berlalu, sang putri masih mengenakan baju handuk keluar dari ruangan mandinya. Wajahnya sedikit pucat, terlihat bekas luka yang masih memerah di tubuhnya. Luka itu seharusnya belum boleh terkena air, karena masih tertempel jahitan benang di kulitnya.
“Putri, lihatllah luka mu sekarang kembali mengeluarkan darah” ucap sang dayang.
Putri terdiam memikirkan beberapa jin yang sudah dia bunuh secara sadis. Para pasukan telaga hitam beserta memutilasi bagian anggota tubuh sang raja jin telaga.
__ADS_1
Sang dayang pendampingnya itu menarik tangannya agar duduk di tepi kasur. Dia mengusap darah yang mengalir dari sela luka itu dengan kafas secara perlahan. Sesekali putri meringis menahan rasa sakit dan perih.
“Putri, kenapa engkau begitu keras kepala. Bagaimana jika terjadi hal buruk dengan mu? Engkau tega sekali meninggalkan ku di lembah jin sendirian” gerutu sang dayang.
“Aku tidak ingin engkau terluka. Tinggalkan aku sendiri, aku akan berganti pakaian” perintahnya mendorong sang dayang keluar dari ruangan.
“Dayang, apakah putri sudah sadar?” tanya pengawal pendamping sang putri.
__ADS_1
“Sudah, bahkan dia sudah membersihkan diri di kolam dan membiarkan luka-lukanya basah kembali” ucap sang dayang sambil memasang wajah masam.
Sang pengawal melaporkan kabar sang putri kepada raja dan ratu. Mereka langsung mengutus dayang senior untuk menjemputnya agar sang putri menuju ruangan kebesaran penguasa Jati jajar. Kini, ada banyak hal yang harus sang putri lakukan. Putri berpikir pasti sang raja akan mendesaknya agar segera memenjarakan tentara telaga hitam. Tapi dia berpikir ulang atas musibah besar yang telah di alami oleh kerajaan tersebut. Putri Arska yang memiliki hati belas kasih, enggan rakyat telaga hitam merasakan derita dan bencana bertubi-tubi. Setelah bersiap-siap dan berhias, dia segera menuju ruang kebesaran di damping oleh dayang dan pengawal pendampingnya.