Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Pergerakan raja jin


__ADS_3

Penyerangan tebasan pedang tepat di punggung raja jin bersayap membisikkan mantra jin dari para suku Taraya. Mereka membangkitkan arwah penunggu roh pohon di samping lembah sungai untuk membantu raja.


"Taraya..!" teriak kepala suku menghentakkan tongkat sakti di atas tanah.


"Taraya..." sambutan dan bisikan semilir angin mengganggu daun telinga bagai Sambaran serpihan pasir.


Tubuh raja yang lebih kuat dari sebelumnya itu menahan sayatan luka yang bercucuran dengan mengepakkan sayap raksasa membentang lebar menghempaskan benda sekitar. Dia tidak memperdulikan penyerangan raja jati jajar dan melanjutkan pencarian mencari putri Arska. Sementara pohon dan dahan yang bisa bergerak sendiri berbentuk berbagai jenis jin itu menyerang pasukan jati jajar tanpa henti.


"Serang..!"

__ADS_1


Pangeran Tranggala dari arah belakang menguji langkah raja Permadi. Dia siap melempar air beracun dan telaga hitam untuk melumpuhkan sepasang sayap kuat tersebut. Ketika raja mendarat di pinggiran tebing dan hendak menuruni jurang, pangeran langsung menyiramnya dari arah belakang. Tubuh Raja tiba-tiba menjadi lumpuh dan sulit untuk di gerakkan.


"Arghh, arghh.." suara kecilnya berusaha menguasai tubuh.


Di bawah sana, seorang putri pewaris ilmu ghaib selamat dari jurang terjal yang sudah membanting tubuh. Sebuah bola yang bersinar berwarna putih sedang berkeliling di atas kepalanya. Dengan cepat, bola cahaya itu masuk ke dalam dahi putri Arska. Beberapa menit kemudian Putri menarik nafas panjang dan stabil bersama membuka kedua bola mata menatap sekitar. Gelap, basah, dingin dan sekujur tubuh begitu sakit dan perih.


"Putri! Putri Arska..." samar suara menggema bersahut-sahutan akibat hasil gelombang suara dari ruang kosong di hutan tidak bermata.


...----------------...

__ADS_1


Kepala suku Taraya mengambil tindakan cepat dengan menebar serbuk Peony merah ke atas luka raja. Dia mengucap mantra Taraya dan tersenyum menyeringai. Dan setelah ini, dia berencana menjadikan raja sebagai robot atau mesin penggerak segala keinginan bangsa suku Taraya. Obat manjur yang bisa langsung membuat raja kembali mengepak sayap dan terjun ke dalam jurang. Lambaian selendang hijau di kelilingi cahaya kunang-kunang memberi sinyal tanda putri hampir berada di dekatnya. Raja Permadi meraih kain dan mencari-cari putri. Dia berbaring lemah di atas batu raksasa yang di tumbuhi lumut hijau. Langkah raja memeluk tubuh putri dan melihat wajahnya begitu pucat dan sekarat. Ada yang aneh saat sesosok jin yang masih hidup di lapisan bumi ketiga sekalipun terjatuh di atas ketinggian membentur batu pasti akan mengalami pendarahan. Tidak dengan putri Arska yang tampak kepala dan tubuhnya baik-baik saja.


"Putri.." ucap raja Permadi memeluk erat.


Raja mengambil kalung bintang yang melingkar di leher putri. Dia membuka butir cahaya penyembuh terakhir dan meletakkan di atas bibir putri Arska. Ingin sekali dia mengecup ranum merah muda, hari yang sangat langka baginya adalah hari kekacauan di hatinya yang sangat takut kehilangan sosok wanita yang dia puja.


"Tidak untuk hari ini, sekarang yang terpenting adalah kau harus bangun!" gumam raja mengusap wajah putri dan mengangkatnya menaiki perbukitan.


Dari atas peperangan dua kubu yang masih memanas langsung terhenti saat melihat raja dari kerajaan Yaksa sedang membawa putri Arska. Demikian pula raja jati jajar menghampiri keberadaan raja.

__ADS_1


...Apakah setelah pertolongan dari raja Permadi lantas bisa menghentikan peperangan untuk selamanya?...


__ADS_2