Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Serpihan sayap jin dan prahara


__ADS_3

Di kerajaan Jati jajar yang sedang mendapatkan wabah dari bisa ular piton di manfaatkan dengan serangan musuh. Ratusan bubuk mesiu yang di lemparkan sukses menghancurkan benteng pertahanan istana. Raja dan Ibunda Ratu memerintahkan para pengawal untuk menjaga putri. Ratu mengikuti raja untuk berperang menuju barisan depan. Arska di tarik paksa oleh pangeran Tranggala untuk menaiki kuda ketika satu kakinya sudah terangkat menuju sayap Gangga.


“Putri kau harus aku lindungi, lenganmu akan patah jika terbang bersama Gangga, bahkan aku memperkirakan hanya hitungan lima detik jarak terbang dia sudah sampai ke atas langit ” bujuk Pangeran Tranggala menggiring putri beralih ke kuda hitam miliknya.


“Lepaskan aku..”


“Tidak, aku sudah mendapat amanat dari Raja untuk menjaga mu”


Gangga terbang kembali menuju medan perang dan membanting para pasukan dengan kepakan sayapnya. Kerajaan jati jajar benar-benar sedang porak poranda. Pangeran Tranggala membawa putri menuju wilayah timur laut untuk bersembunyi, ketika mereka melewati hutan tampak bayangan Gangga mendekati mereka. Suara yang berbeda terbang memberi sinyal yang pernah putri Arska dengar. Dia menoleh ke hewan tersebut memperhatikan bentuk di balik pangeran Permadi.


Pangeran, kau kah itu? Gumam putri Arska menatap kembaran Gangga terbang di atas mereka. Pacuan jin kuda hitam lebih kencang berlari terhenti seketika saat kembaran Gangga mendarat tepat di ujung jalan.


“Minggir, siapa kau?” kata pangeran mengarahkan pedang panjang.


Dia menyerang dengan dan mengeluarkan ilmu sinar hitam mengenai kaki hewan jelmaan itu. Kaki terbakar menyalakan api di hentakkan berkali ke tanah agar api padam. Makhluk jelmaan Pangeran Permadi membalas serangan Pangeran Tranggala dengan mengibas sayap yang membuat mereka terpelanting. Pangeran Permadi berubah menjadi jin seutuhnya dan meraih putri Arska.

__ADS_1


“Tidak! Putri!” jerik Pangeran Tranggala melemparkan pedang memotong ujung sayap Pangeran Permadi.


Mata amarah Pangeran ingin membalas perlakuan Tranggala, dengan kekuatannya dia menggulung bebatuan untuk melempar ke arahnya.


“Jangan Pangeran, dia hanya berniat menyelamatkan ku” ucap Putri Arska.


Pinggang ramping Arska yang masih di peluk oleh Pangeran Permadi di atas udara membuat Arska begitu risih. Mereka berdua masih melayang di atas udara dengan tumpuan sayap pangeran permadi.


“Turunkan aku segera..” bisik Purti memalingkan wajah.


"Akhirnya kerinduan ku terlaksana di sudahi sementara oleh serpihan sayap ku yang terpotong oleh orang yang ingin mengambil milikku”


“Putri, kita harus pergi!” Pangeran Tranggala melemparkan kembali hantaman sinar hitam.


Pangeran membawa Arska terbang menuju lembah sungai jin. Dia mendarat menurunkan Putri lalu memperhatikan luka pada lengannya.

__ADS_1


“Apakah masih terasa sangat sakit? Kita harus bersembunyi karena peperangan belum juga reda.”


“Tidak, aku ingin menyelamatkan keluarga dan rakyatku”


“Dengan keadaan mu seperti ini? Wahai Putri aku akan kembali membawa buah delima merah untuk mu” ucap Pangeran terbang menuju hutan barat.


Pikiran putri Arska tidak tenang sebab kerajaan di ambang bahaya besar. Dia berjalan meninggalkan lembah sungai menuju kerajaan Jati jajar.


Bagaimana bisa aku berduaan dengan musuh sementara kerajaan sedang berperang, gumam Arska mencari jalan pintas agar cepat sampai.


Dia sudah melalui setengah jalan menuju kerajaan akan tetapi di pertengahan jalan putri di hadang oleh Huson yang dari membuntuti. Dengan busur jin, dia menarik anak panah menuju Arska yang ingin menghindar. Tepat di paha Arska tertancap anak panah, Arska terjatuh menahan rasa sakit membungkuk berusaha melepaskan anak panah dari pahanya. Huson menarik anak panah kedua mengarah ke jantung Arska. Lemparan anak panah di gagalkan oleh Pangeran Permadi yang datang langsung mendekap Putri dengan sayap besarnya. Pertarungan Huson dan Pangeran di iringi suara bantingan tombak raksasa huson yang berlapis kilatan.


“Putri cepat Lari! Aku akan mencari mu!” kata Pangeran menahan Tombak kuat Huson.


Huson memiliki dua pasang tangan dengan panjang yang sama. Giginya penuh taring keluar sampai di bawah dahulu dengan ukuran lebih besar dari ukuran para jin. Dengan tangan yang lain, Huson memecut cemeti menuju Arska. Kebencian pada Arska, musuh yang membuat dia harus memutuskan untuk membunuh atau mengasingkan Pangeran yang sangat dia kagumi.

__ADS_1


“Arrgghhh...”


__ADS_2