
Putri Arska hampir terkena gigitan ketika menyelamatkan panglima perang. Kakinya terseret di tarik oleh salah satu prajurit putri Helena. Kuku tajam itu berhasil merobet kulit sang putri, darah yang keluar membuat prajurit mengerang ingin meneguk darah sang putri.
“Apakah yang mulia baik-baik saja?” tanya panglima perang.
“Aku baik-baik saja. Cepat lindungi benteng istana!”
Dari atas langit, putri Helena meniup sihir hitam ke arah putri arska. Gumpalan asap hitam membalut tubuh sang putri. Semula putri merasakan hawa panas menerjang tubuhnya. Tapi perlahan sirna diiringi cahaya dari kalung permata hijau. Putri melihat batu permata yang dia kenakan.
“Kalung pemberian dayang pendamping ratu Harun ini benar-benar ampuh” ucap sang putri.
__ADS_1
“Sialan! Kenapa sihir ku tidak bisa membunuh nya?” gumam putri Helena.
Peperangan dengan putri Helena dan putri Arska di udara. Suara pedang yang saling bersambut dengan kilatan percikan api, putri Helena yang kejam berniat menuju sasaran pedang kea rah Gangga. Hewan gagah bersayap itu kakinya terkena tebasan pedang putri Helena. Darah mengalir deras, Gangga yang terbang secara tidak stabil membuat sang putri terjatuh di udara. Raja Permadi menangkap tubuh sang putri, jika saja raja bersayap itu tidak seger menangkapnya maka tubuh sang putri akan patah di atas bukit bebatuan.
Raja menatap wajah putri Arska sangat pucat, sang putri menahan luka bekas cakaran dari salah satu prajurit gurun. Kaki kanannya membengkak berwarna biru, raja membalut luka di kaki sang putri dengan merobek ujung jubah miliknya. Kini pandangan putri samar menatap raja Permadi, kuku dari monster prajurit gurun seperti mempunyai racun yang mematikan. Raja membawa tubuh putri arska terbang di udara, putri Arska yang terlahir dengan dua dimensi memancarkan sinar putih dari dahinya.
“Tanda ini, seperti akhir dari kehidupan ku. Raja, sepertinya kita akan berpisah. Aku berharap kita bertemu di kehidupan selanjutnya” ucap putri Arska.
Putri Arska
__ADS_1
Kematian ku bukan karena sayatan racun yang membuat kaki ku terluka. Hanya saja aku mempunyai firasat buruk akan akhir hari ini.
Menyerang, menghindari sampai pedang sang putri Arska berhasil menyayat simbol tengkorak yang ada di tangan putri Helena. Putri Helena terduduk menahan rasa perih, seolah tengkorak itu merasa kesakitan akibat serangan pedang putri Arska. Amarah putri Helena semakin menjadi-jadi melihat kecemburuannya akan kepakan sayap raja Permadi yang membungkus tubuh putriArska. Tangan Raja Yaksa menggenggam erat tangan putri Aska.
“Mati lah kau!” teriak putri Helena.
Raja membawa putri Arska terbang menghindari putri Helena. Tapi putri gurun itu bisa menjelma terbang menjadi asap hitam mengejar mereka. Putri Helena menghadang mereka, putri Arska melingkarkan tangan ke leer raja Permadi lalu membisikkan sesuatu.
“Raja, sekali lagi lagi ku ucapkan selamat tinggal. Jemput lah aku di kehidupan selanjutnya”
__ADS_1
“Putri, apa yang engkau kata kan? Aku tidak ingin berpisah dengan mu” ucap raja Permadi mendekapnya sangat kuat.
Putri Helena mengumpulkan seluruh kekuatannya, semua tenaga dalam dia habiskan untuk menyerang putri Arska. Tapi sedetik pikirannya berubah dengan mengucapkan mantra menjadikan raja Permadi terkena sihirnya berubah membunuh putri Arska.