
Jubah penutup luka dari putri Arska telah bersih dan harum, Dia beniat mengembalikan, hari itu juga Raja terbang menuju istana Jati Jajar. Menjelma menjadi seekor angsa, dia melupakan hal penting. Bagaimana cara dia membawa jubah besar milik putri Arska. Raja meninggalkan jubah di balik tembok istana. Bergerak cepat menaiki tembok raksasa, mencari-cari keberadaan sang putri.
Dia melihat ada pangeran Tranggala berlutut di depan pintu masuk kerajaan. Di sekitarnya ada banyak pasukan Telaga hitam. Pangeran Tranggala yang mengetahui keberadaannya langsung melepaskan anak panas milik salah satu prajurit ke angsa putih jelmaan raja Permadi. Melihat anak panah dari bawah yang hampir membunuhnya, Raja terbang kembali keluar tembok istana membawa kembali jubah milik putri Arska.
“Pangeran Telaga, kenapa dia masuk ke kerajaan Jati Jajar. Bukan kah kejadian lalu seharusnya membuat dia merasa malu?” gumam Raja Permadi.
Pihak ketiga selalu ada di setiap cerita. Menjadi api yang menyala membakar sebuah pasir waktu yang telah mereka bangun dari fajar hingga senja. Hama tanaman sudah berkali-kali di racun dan di musnahkan tetap tumbuh mematikan detak jantung yang saling menepi. Duka ini belum seberapa jika keduanya tetap saling memahami dan mengisi.
Raja mencari informasi dari mata-mata yang dia utus untuk mencari tau kabar dan melindungi putri Arska. Di sebuah gubuk mereka berkumpul menemui raja memberitahu semua yang mereka ketahui.
“Menghadap raja, setelah menuju lembah sungai jin sampai saat ini sang putri tetap tinggal di istana” ucap salah satu prajurit.
__ADS_1
“Baguslah kalau begitu, lalu apa yang di lakukan oleh pangeran Tranggala?”
“Menjawab pertanyaan raja. Dia meminta pengampunan kepada raja Jati Jajar sejak kemarin” ucap pengawal kedua.
...----------------...
Para penduduk jin yang terpecah belah akibat kebakaran di lembah sungai ghaib kebanyak menuju menara istana akibat mendapat kabar desas desus ada sesosok putri yang akan memberikan mereka makanan dan tempat tinggal. Hal tu adalah tipuan dari putri Helena untuk mendapatkan lebih banyak pengikut dan beberapa darah segar sebagai tambahan kekuatan dari kepala tengkorak hitam.
“Haus..lapar.”
Putri mendengar dan merasakan harum darah mereka, dia memerintahkan kepada salah satu prajurit agar satu persatu mereka masuk ke dalam menara agar mendapatkan makanan dan minuman.
__ADS_1
“Engkau dengarkan perintahku, sosok jin yang paling berumur muda masuk di susul oleh jin berumur tua. Aku sudah tidak sabar meneguk darah mereka” kata putri Helena tersenyum menyeringai.
Sosok prajurit mengangguk memerintahkan mereka berbaris rapi di depan menara.
“Putri memerintahkan agar jin yang berusia termuda yang di dahulukan untuk masuk ke dalam menara!” perintah prajurit di depan pintu menara.
Sosok jin termuda masuk penuh rasa takut menuju ruangan gelap yang di terangi oleh lilin di setiap sudutnya. Dia mulai menaiki anak tangga untuk mencapai ke puncak menara. Seribu anak tangga mencapai menara istana tertinggi. Hanya dingin sangat terasa ketika jin termuda itu mencapai anak tangga terakhir. Dia mengetuk pintu menahan hawa mencekam dan suara-suara aneh yang terdengar.
Tok…tok…
(Bunyi suara ketukan pintu sosok jin termuda)
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan untuk author dengan menekan favorit❤️, rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐, vote, like sebanyak-banyaknya👍, komen, setangkai bunga 🌹 dan secangkir kopi hangat☕Terimakasih banyak, berkah ya~