
“Padahal sudah melarikan diri sejauh ini dan sudah sampai di perbatasan antara lembah sungai jin dan tembok pura muara ghaib” gumam Raja terbang menahan tubuh Gangga yang seperti tertarik ke belakang.
“Siapa saja bantulah aku!” jerit Raja di depan tembok pura.
Di dalam sana sedang ada acara persemedian memperingati hari lentera tujuh purnama. Bagi para cenayang, bersemedi dan mengucap mantra di tengah malam yang langkah itu membuat kekuatan yang berasal dari Bulan bertambah.
Tidak ada yang berbeda, hanya saja sudut pandang dan cara pemanfaatan energi ghaib dalam melewati tujuh purnama atau kekuatan merampas paksa dari sosok penguasa jin bersayap terkuat.
Sinar dari pura hijau terik menembus tembok, cenayang Han yang mendengar teriakan Raja langsung meminta kepala muara membuka pintu benteng pembatas untuk menyambut kedatangan Raja Yaksa.
“Sepertinya urusanku dengan Yaksa tidak pernah berhenti” ucap kepala muara hijau.
Sikap sang ibu suri yang sangat kasar kepada pura hijau sedikitpun tidak menimbulkan kebencian kepada Raja Permadi. Dari kolam ghaib, sang kepala suku melihat semua kejadian yang di derita sang Raja dan perlakuan sang ibu suri kepada sang Raja.
__ADS_1
“Selamat datang wahai raja yang agung, terimakasih telah mengunjungi pura kami” ucap kepala suku muara mempersilahkan dia memasuki pura.
“Terimakasih, sebelumnya tolonglah Gangga, dia baru saja terlepas dari rantai hitam ghaib suku Taraya namun terlihat menjadi lemah dan tidak bisa berdiri tegak” ucap raja memohon.
Permintaan Raja dan suatu hal yang dia kehendaki tanpa menunjukkan sikap berkuasa di depan kepala muara. Sifatnya yang bertolak belakang dengan ibu suri yang selalu kejam, menindas dan ingin menguasai dunia jin.
“Maaf yang mulia, kenapa hewan ini begitu berarti bagi mu?” tanya kepala suku.
Tanpa bertanya dia sudah menemukan jawaban namun sang kepala pura menginginkan sang Raja selalu berpegang teguh pada pendapat dan tidak melupakan keinginan awal bertemu cenayang Han.
Gangga di bawa di halaman pura, dia di kelilingi oleh tujuh cenayang untuk mengirim kembali sisa potongan rantai ghaib hitam.
Di aula pura.
__ADS_1
Raja membuka pintu ruangan persemedian, dia mengamati semua sosok wajah jin cenayang satu persatu. Mencari sosok cenayang yang bernama Han, Raja tidak ingin mengganggu konsentrasi mereka dan mengurungkan niat memasuki lagi ruangan.
“Apa yang engkau cari wahai paduka Raja? Setengah kekuatan pura hampir menipis untuk mengikuti dan memenuhi hasrat keinginan ibu suri.”
Perkataan kepala cenayang yang menambah keyakinan akan tingkah dan kelakuan sang nenek yang ingin menguasai segalanya.
“Dimanakah cenayang yang bernama Han itu? Wajahnya tidak terlalu aku kenali. Dia mungkin bisa membantu ku mencari putri Arska” kata Raja mengusap gumpalan keringat.
Belum sempat sang kepala cenayang menjawab,dia sudah tidak sadarkan diri.
“Raja…”
Semua ini atas pesan rahasia dari misi dayang pendamping ratu Arska. Kematian yang mengenaskan demi menolong sang putri membuat raja mendengarkan permintaan ke muara hijau dan terus menerus mencari keberadaan putri Arska. Permintaan raja yang memiliki arti luas itu salah satunya di beratkan oleh sang kepala suku. Sosok cenayang terkuat setelah kepala suku tidak boleh pergi dari muara selamanya, dia harus menjaga muara hijau dari serangan musuh.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa tetap dukung author dengan serpihan semangat bunga mawar 🌹 favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 likes👍🏻 vote dan komen 💕 terimakasih 🙏🏻