
...Bayangan mu menepi di angkasa, dingin merayu hati. Ku titip salam padamu yang aku sayang. Bila kah waktunya tak dapat berjumpa, maka taburan bintang masih menjadi saksi kerlip jalinan cinta biru pada mu....
...💙💙💙...
...----------------...
Perkara ini masih menegangkan dengan para pembunuh yang menyamar memasuki bilik ruangan istana untuk menyerang dan mematikan satu-persatu prajurit. Raja jati jajar mengirim pesan rahasia kepada para rakyat untuk tetap menyimpan senjata di balik tubuh bahkan sekalipun sedang terlelap. Para pembantai memasuki pintu rahasia kerajaan lalu membunuh melewati jalan khusus penyambung rumah rakyat dengan penerangan lampion putih. Suasana semakin tidak terkendali, suara pukulan gong pertanda bahaya terus di pukul oleh penjaga perbatasan dan tiap menara istana.
Mendengar pertanda itu putri Asrka mengurungkan niat meniup peluit Gangga dan menuju ruang kebesaran. Tampak Raja sedang berdiskusi bersama para punggawa istana untuk pelantikan komandan perang yang baru serta menyusun strategi melumpuhkan musuh. Melihat kedatangan sang putri, mereka menunda percakapan dan memberi hormat kepadanya. Arska demikian menyatukan kedua tangan memberi hormat kepada Raja dan menyapa salam kepada semua punggawa. Salah satu Punggawa jin libri sosok penasehat kerajaan melangkah mendekati Raja dan membisikkan sesuatu padanya. Raja mengusap janggut panjang dan menoleh ke sang putri semata wayang.
“Benarkah yang kau katakan?” bisik Raja menyipitkan mata penuh rasa ragu.
“Hamba tidak pernah berdusta dan selalu setia pada mu” ucap jin Libri mengangguk dan kembali ke barisan.
__ADS_1
Arska berdiri di samping Raja dan ikut mengikuti rapat selama beberapa jam. Raja hampir melupakan luka dan jahitan yang masih baru yang sedang di alami putri. Dia menghentikan rapat dan meminta para punggawa keluar dari ruangan. Raja menuju kursi singgahsana dan melayangkan pertanyaan halus kepada putri. Dengan sorot pandangan penasaran Raja berpikir ulang kabar dari jin Libri.
“Katakan pada ku siapakah pangeran permadi itu?”
“Dia adalah anak jin Yaksa, musuh bebuyutan kerajaan jati jajar yang selalu ingin menghancurkan kerajaan” jawab Arska menunduk lalu menghela nafas.
Sulit baginya mengatakan bahwa pangeran permadi telah menyelamatkannya.
“Kalau begitu Ananda beristirahatlah.”
Putri melangkah menuju pintu namun masih di lihat oleh Raja menahan gusar akan nasib kerajaan yang di ambang batas. Raja tidak tega marah kepada putri Arska karna dekat dengan musuh. Pergantian sosok yang masuk menuju ruangan istana adalah pangeran Tranggala. Dengan senyuman manis dia mendekati sang Raja menawarkan acara makan bersama- bersama.
“Penuh hormat kepada Raja terkuat di alam jin merah” ucap pangeran Tranggala yang di susul tawa melengking dari balik pintu.
__ADS_1
Terlihat Raja telaga hitam melambaikan tangan kepada Raja jati jajar. Sang Raja turun dari singgah sana dan berjabat tangan dengan saling menepuk bahu. Persahabatan yang mereka jalin dengan gelak tawa terhenti saat pangeran Tranggala mengeluarkan suara batuk kecil.
“Ah sudahlah, aku ingin mengajak mu makan bersama di luar istana, tapi dimana Ratu mu?” tanya Raja telaga hitam.
“Dia sedang mengurus putri ku yang sedang sakit.”
Mendengar perkataan Raja Jati jajar, gelak tawa Raja telaga hitam berhenti dan menggenggam tangan Raja jati jajar begitu erat.
“Sampaikanlah salam ku pada putri mu sebagai calon besan! Ahahahh” kembali Raja hitam tertawa terbahak-bahak menggema seisi ruangan.
“Raja hentikanlah, Arska..” Pangeran Tranggala menghentikan kata.
Tanpa basa-basi pangeran Tranggala melanjutkan perkataan yang membuat keduanya tercengang.
__ADS_1
“Wahai raja yang agung, ijinkanlah aku menemui putri Arska.”