
Setelah memberikan dekritnya, sang putri memberikan hormat kepada raja dan ratu Jati jajar. Menteri kenegaraan menulis surat resmi dekrit sang putri dengan mendapat persetujuan stempel kerajaan. Para tentara telaga hitam beserta rakyatnya kini berubah menjadi Jati jajar. Istana telaga hitam di bekukan beserta telaga hitam yang di jaga ketat oleh algojo Jati jajar. Keputusan putri ini di tentang dari belakang oleh menteri perhubungan. Ketika semuanya sudah bubar dari halaman istana, dia diam-diam menemui sang raja untuk menyampaikan pendapatnya.
“Hamba memberi hormat kepada raja” ucapnya lalu berlutut.
“Ada keperluan apa sampai engkau mendatangi ruang kebesaran ku?” tanya sang raja.
“Maafkan hamba wahai raja, sejujurnya hamba ingin raja memikirkan akan rakyat Jati jajar jika di persatukan dengan bekas musuh. Serta perhubungan baik di atas darah musuh yang berjatuhan di tanah mereka, hamba tidak ingin mereka membentuk sekutu untuk melakukan balas dendam” ucap sang menteri.
Sang raja memutar gelas batu yang berisi teh bunga teratai hangat, dia meneguk menawrakan gelas batu lainnya agar sang menteri ikut minum.
__ADS_1
“Perdana menteri, silahkan di minum. Aku tau engkau memikirkan semuanya, tapi putri kecil ku kini tubuh menjadi anak yang kuat dan beruntung” ucap sang raja.
“Terimakasih yang mulia, maaf atas kelancangan hamba” ucap menteri pertahanan.
Jauh di dalam pikiran sang menteri adalah ketakutan posisinya yang tergeser dengan menteri pertahanan yang ada di kerajaan Jati jajar. Para perdana menteri melakukan pertemuan di ruangan mereka, di tengah ruangan berdirilah menteri pertahanan sambil mengusap kepalanya.
“Hal ini tidak bisa kita diamkan, jangan sampai para perdana menteri mendapat hak kesejahteraan sehingga jabatan mereka bisa memasuki tempat kementrian” ucap menteri perhubungan.
Suara keributan menteri lainnya sampai pada diskusi panjang hingga setengah hari itu berlangsung rumit. Ada beberapa menteri yang tidak bisa mengendalikan emosi dengan mengeluarkan petisi penolakan dan serangan secara permanen kepada rakyat telaga hitam.
__ADS_1
“Sabar, kita tidak boleh secara terang-terangan menyerang atau tidka menyukai mereka” ucap menteri pertahanan.
Mereka mnyiapkan berbagai permintaan dan pengajuan hak resmi kepada raja agar tidak mengijinkan para kemetrian ikut campur dan masuk di dalam posisi jabatan hukum dan lainnya. Di puluhan gulungan itu terdapat permintaan hak keadilan dan kesetiaan atas dasar bangsa sendiri dan menghormati para leluhur terdahulu.
Dengan cepat, raja menerima puluhan gulungan itu dan di bacakan oleh kasim pendampingnya. Kata terakhir yang membuat dia menjadi berat untuk mengabulkan dekrit sang putri atas kesejahteraan rakyat telaga hitam. Di hari itu juga, raja mengutus kasim untuk memberika surat resmi dan gulungan tersebut ke ruangan kebesaran putri Arska. Putri yang masih melakukan perjalanan menuju wilayah telaga hitam di iringi oleh para pasukan dan pengawal pendampingnya. Di pertengahan perjalanan, dia mengingat hewan kesayangannya yang sampai kini belum dia temui. Putri menghentikan kudanya membuat para pengikutnya ikut berhenti secara mendadak.
“Ada apa putri?” tanya sang pengawal pendamping.
“Aku teringat dengan Gangga, apakah dia sudah sembuh?” tanya sang putri.
__ADS_1
“Gangga ini sudah mulai makan dan sangat jinak. Setiap hari dayang pita hijau selalu mengucapkan nama putri kepada Gangga.”
“Aku sedikit lega, ayo kita teruskan perjalanan.”