Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Menuju putri Arska


__ADS_3

Gamang hati yang di paksa memilih mempersunting putri Helena tidak mengurungkan niat dari sosok penguasa kerajaan yaksa untuk sekali lagi memilih tumpuan hati putri jati jajar. Mereka mengukir kembali nama di udara untuk mematahkan kata berpisah.


----


Kabar asap yang belum memudar, sepasang kepakan sayap jin itu sedang menebar angin untuk menyamarkan kabar di udara. Sinar rembulan belum kembali, akar berduri menjalar menuju benteng istana di iringi gemuruh angin kencang dari arah utara. Suku taraya dari balik bebatuan besar sedang menghembuskan sihir hitam untuk menaklukkan kedua pewaris kerajaan terbesar di kerajaan alam jin. Bersama ibu suri yang meminta ramuan berisi mantra dari kepala cenayang muara hijau untuk penakhluk untuk Raja Permadi. Situasi semakin tidak terkendali, Raja yang hendak menemui putri Arska tiba-tiba di hentikan oleh panggilan misterius.


Bayangan wanita berambut pirang memakai baju berwarna merah, dia terbang tanpa terlihat kaki dan tangannya. Sorot mata bolong mengeluarkan belatung yang berjatuhan di atas ubin. Raja bergerak mundur mengurungkan niat membuka pintu.


Krek, kreekk


Berbagai suara berisik di dalam ruangan besar yang sepi, beberapa kasim dan pengawal yang berjaga di luar pintu seolah begitu tertidur lelap. Raja mengeluarkan pedang lalu mengarahkan ke arah sosok makhluk tersebut. Usahanya yang gagal karena baru menyadari makhluk itu adalah arwah gentayangan yang sedang di perbincangkan oleh para penghuni istana. Setelah gangguan makhluk pergi dia langsung menuju pintu gerbang istana dan mengepakkan sayap membentang lebar bersiap terbang.

__ADS_1


“Raja, apa yang akan aku katakan ketika ibu suri mencari mu?” Tanya panglima perang seolah menghadang di depan gerbang.


“Katakan saja aku sedang mengunjungi wilayah barat untuk meminta bantuan bala tentara sekutu.”


...----------------...


“Arghh…” jeritan putri Arska saat gangguan makhluk halus yang juga mengganggunya.


“Aku akan kembali” samar suara sosok menghilang membanting jendela dan menerbangkan tirai putih keluar istana.


Raja Permadi menuju istana jati jajar dengan menjelma kembali menjadi makhluk angsa putih menembus pagar pembatas pencakar langit dengan kekuatan yang di milikinya. Dia mendaratkan tubuhnya di tepi jendela. Tampak putri begitu terkejut, dia mendekati seekor angsa yang tidak asing baginya.

__ADS_1


Raja yang kembali terbang menuju keluar istana seolah isyarat untuk sang putri segera mengikuti. Dia mencari cara untuk keluar istana, salah satu cara adalah memanggil gangga dan meninggalkan kamar putri mahkota.


“Cenayang Han apakah kau mendengar bisikan ku?” batin putri Arska menutup mata dan berkali-kali memanggil cenayang yang sudah dia anggap sahabat tersebut.


Tidak beberapa lama kemudian setelah melakukan telepati kepada cenayang Han, putri langsung meniup peluit pemanggil Gangga. Dia melompat dari jendela kamar menuju tubuh Gangga dan terbang keluar dari istana.


“Tindakan ku ini sangat tidak pantas sebagai seorang putri calon pemimpin wilayah jati jajar, aku bersiap mendapatkan hukuman apapun dari ayah dan ibunda” ucap putri kepada Gangga.


Hewan pemarah yang gagah dan pintar itu selalu setia mendengar segala keluh kesah sang putri. Dengan cepat mereka sampai di lembah sungai jin. Raja Permadi yang sudah kembali ke wujud semula langsung mendekati sang putri. Cakar Gangga menghentak kuat seolah memberi batasan kepada Raja dan putri.


“Sudikah tuan putri untuk menemuiku sekali lagi di tepi kolam istana atau lembah sungai jin?” tanya Raja mencari-cari tubuh mungil sang putri yang di tutupi oleh Gangga.

__ADS_1


__ADS_2