
Ketenangan hanya sementara dirasakan oleh sang putri karena utusan putri Helena berhasil masuk menyelinap di antara pasukan memakai seragam prajurit Jati jajar. Dia melemparkan anak panah dari belakang, sang Raja Permadi membentang kan sayap besarnya di atas udara mengepak kencang menerbangkan benda-benda di halaman jati Jajar. Anak panah itu meleset di susul penyerangan ke arah sang putri.
“Lindungi putri!” teriak pengawal kerajaan.
Raja terbang mengejar sosok jin yang ingin membunuh sang putri Arska.
Gangga ikut terbang mengejar sang penjahat, mereka berdua berhasil menangkap musuh di perbatasan wilayah kerajaan. Kerjasama yang baik antara Gangga dan Raja, mereka berdua kini seperti dua sahabat yang akrab dan saling melindungi.
“Gangga..” panggil sang putri.
Raja menjauh dari kerajaan Jati Jajar lalu menitipkan sang penjahat kepada Gangga, mengikatnya dengan duri tajam. Gangga membawa sang penjahat tepat di hadapan sang Raja Jati Jajar.
“Cepat katakan siapa yang mengutus mu!” ucap sang Raja.
Sosok jin berbaju hitam itu tidak menjawab pertanyaan sang Raja. Dia mencari cara untuk kabur atau mengakhiri hidupnya. Sang panglima memukul tubuhnya berkali-kali dan merajamnya. Tetap saja sosok utusan jin tidak mau memberitahu kepada mereka. Saat sang panglima mendekatinya, dia menarik pedang dari pinggang sang panglima perang lalu menusuk tubuhnya sendiri.
__ADS_1
“Argghhh…”
Musuh tidak habis menyerang, kekuatan terkuras habis.
...🔥🔥🔥...
Beberapa dari jin pelindung menjaga dengan berbagai cara penyelamatan
Menepis waktu yang terlalu kasar mengurai tangis
Hanya menambah luka dan kenangan yang tidak bisa terlupakan
...🔥🔥🔥...
Di kerajaan Gurun Pasir
__ADS_1
Putri Helena membanting gelas kaca ke arah cermin. Dia begitu kesal tidak terima mendengar bahwa putri Arska kembali selamat. Terlebih lagi berita penyelamatan sang putri karena sosok Raja Yaksa terlihat seperti peran terpenting. Putri Helena memenggal kepala sang penyampai berita, pedang sudah berlumuran darah namun amarah sang putri berlanjut menebas leher prajurit Gurun lainnya.
“Putri, tolong hentikan putri” sosok pengawal pendamping kerajaan menghalanginya membunuh prajurit.
Sosok jin dayang pendamping mendekati putri Helena membisikkan sesuatu. “Putri, bagaimana kalau kita menghabisinya melalui jalur udara?”
Mendengar ucapan sang dayang membuat dia tersenyum lalu memerintahkan pengawal menyiapkan kuda. Sebelum pergi, putri Helena menjumpai Raja Gurun untuk menyiapkannya seratus ribu pasukan penjaga untuk mengawalnya keluar istana. Permohonan yang tidak bisa di bantah oleh sang Raja Gurun, dia teramat menyayangi putri.
“Apa yang mengubah pikiran putri sehingga memutuskan pergi keluar istana?” tanya sang Raja.
Putri Helena menunduk lalu tersenyum. Dia mengusap pundak Raja Gurun lalu tersenyum dan berkata: “Menikmati suasana alam luar dan menghirup udara segar, Raja hanya sampai satu hari saja.
“Baiklah, aku akan menambah lima ratus pasukan untuk menjaga mu.”
Perjalanan putri Helena menuju hutan terlarang di dekat perbukitan lembah sungai jin. Dia mencari suku Taraya yang di kabarkan mempunyai ilmu hitam sakti dan mampu mengendalikan sosok jin. Suasana tampak gelap, akar, semak belukar dan duri penghalang. Jalanan licin dan sesekali terdengar hewan-hewan liar serta suara aneh menggema di sekitar.
__ADS_1
Suku Taraya menyiapkan banyak jebakan, pagar penghalang serta tembok pembatas bagi siapa saja yang berani mengunjungi tempat mereka. Sudah delapan pasukan meregang nyawa tertelan oleh ular piton siluman yang melingkar di antara dahan pohon saat memasuki jalur terlarang.